• A PHP Error was encountered

    Severity: Notice

    Message: Undefined variable: rss_hide

    Filename: partials/_social_media_links.php

    Line Number: 45

    Backtrace:

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/views/partials/_social_media_links.php
    Line: 45
    Function: _error_handler

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/views/partials/_header.php
    Line: 770
    Function: view

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/controllers/Home.php
    Line: 164
    Function: view

    File: /home/isnaenirikki/public_html/index.php
    Line: 315
    Function: require_once

Wisata Unik di Solo, Berlibur sambil Mengenal Sejarah di Pasar Triwindu

Pasar Triwindu merupakan surganya barang antik. Bangunan ini sejak tahun 1939 yang di bangun bertepatan dengan 24 tahun 1939 Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara VII bertahta.

Bangunan budaya dengan arsitektur solo ini kini menjadi pasar barang antik yang di turunkan
secara turun temurun oleh pedagang dulu untuk anak cucunya.

Pasar triwindu sudah berdiri selama lebih dari tujuh dasawarsa. Dibangun pada tahun 1939, Pasar Triwindu telah berganti ‘wajahnya’ beberapa kali. Dahulu pasar ini dibangun bertepatan dengan 24 tahun 1939 Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara VII bertahta.

Triwindu berarti delapan tahun rangkap tiga, juga dipilih untuk memperingati hari bersejarah kala itu. Pasar ini pertama dibangun hanyalah lahan kecil yang berisi meja-meja penjaja sederhana.

Seiring dengan berjalannya waktu, banyak para penjaja yang membangun kios sendiri, dan pasar sederhana yang tadinya menjual kebutuhann sehari-hari pun berubah menjadi tempat barang jual beli barang antik.

Saat penjajahan dulu,barang antik bukan komsumsi utama masyarakat. Saat itu, karena keadaan ekonomi yang sulit, banyak bangsawan yang menjual benda-benda antik dan koleksi seni mereka untuk menghidupi diri, sehingga pasar ini memiliki barang antik legendaris dan salah satu spot budaya dan terpenting di Solo.

Kebanyakan pedagang disini mewariskan tempat berjualannya untuk anak cucu mereka yang kemudian mengambil alih bisnis keluarga dan jarang ada pedagang yang dating dan pergi.

Pada Juli 2008, pasar ini dipugar mengikuti arsitektur di sekitar Solo. Dan di bangun menjadi dua lantai oleh pemerintah Solo, sehingga para pedagang tidak lagi berhimpitan. Dengan peremajaan tersebut, Pasar Triwindu di jadikan spot wisata budaya dan ekonomi yang banyak di kunjungi oleh wisatawan.

Selain itu, wilayah Pasar juga memberikan beberapa aturan untuk wisatawan. Mengikuti peremajaan tersebut, pasar ini berubah nama menjadi Pasar Windujenar, walaupun akhirnya tahun 2011 kembali bernama Triwindu sebagai sarat nama yang lahirnya Triwindu.

Sumber : hasil wawancara dan google.com
Gambar : travelingyuk.com

Kamu suka dengan konten akutahu.com? Berikan dua jempol sebagai tanda kamu menyukai konten ini.

Beritahu cuan reaksi kamu setelah membaca konten ini.

like
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0