Solo Mengajar sebagai Aksi Peduli Pendidikan

Solo - Tak sedikit yang mengatakan jika generasi muda Indonesia hanya bisa berbicara tanpa adanya aksi nyata. Hal ini sontak terbantahkan dengan munculnya sebuah komunitas di Solo yang bernama Solo Mengajar. Komunitas ini terdiri dari para generasi muda yang melakukan aksi nyata dalam menunjukkan kontribusinya untuk Indonesia. Aksi nyata tersebut ialah aksi peduli pendidikan.

Berdasarkan Training Vols’17 SM pada hari Minggu, 17 Maret 2019 di Taman Cerdas Mojosongo didapatkan data bahwa Solo Mengajar sudah ada sejak 4 tahun silam. Pak Didik Kartika (Director of Solo Mengajar) mengatakan bahwa Solo Mengajar hadir dilatarbelakangi dengan adanya rasa empati para pemuda di Solo terhadap mirisnya pendidikan kala itu. Anak-anak SD yang menggendong buku berkilo-kilo gram beratnya, lalu mereka dituntut untuk memahami semua buku-buku itu. Tak sedikit yang mengeluhkan hal ini. Bagi mereka yang dari golongan keluarga mampu dalam finansial, mereka bisa merasakan “Les” sedangkan mereka yang dari golongan keluarga tidak mampu, apalah daya mereka, mereka hanya bisa belajar semampunya.

Para pemuda di Solo, hadir menunjukkan aksi pedulinya itu dengan mendirikan sebuah komunitas “Solo Mengajar” yang terdiri dari para relawan yang peduli dengan pendidikan. Para relawan ini berbagi ilmu kepada anak-anak SD dengan tulus dan ikhlas, tanpa pamrih. Jadi, tak sedikit anak-anak yang mengira jika Solo Mengajar ialah bentuk dari “Les Gratis”. Hal unik yang ditemukan di komunitas ini ialah tidak hanya pelajaran sekolah saja yang diajarkan, tapi belajar juga tentang unggah-ungguh/good attitude.

Inilah aksi peduli dari para pemuda Solo dengan Pendidikan yang ada di Indonesia. Aksi ini terlihat sepele/kecil untuk saat ini, tapi dari persembahan kecil inilah yang akan membawa Indonesia kepada perubahan yang besar di masa yang akan datang.

 

Sumber data: Acara Training Vols’17 SM

Sumber foto: Dokumentasi Penulis