Serunya Legenda Prabu Siliwangi dalam Lakon Ketoprak Financial

Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Bos Bank Centra Asia (BCA) Jahja Setiatmadja, Suprajarto, hingga Maryono dan rekan-rekan lainnya dari dunia perbankan sibuk dengan kostum, serta pernak-pernik panggung saat berlakon di Ketoprak Prabu Siliwangi yang diselenggarakan di Gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail, Jakarta, baru-baru ini.

Ceritanya mengenai Kerajaan Sunda yang dipimpin Sri Maharaja Dewa Niskala Wastu Kencana membagi kerajaannya kepada anak-anaknya. Prabu Dewatmaka Susuk Tunggal Halimun (M Fadhil) di Sunda Pakuwan. Prabu Dewa Wastu Kencana Ningrat (Perry Warjiyo) di Galuh Kawai, Prabu Garbolarang (Imam A Putro) diwarisi kerajaan Surantaka, serta Prabu Garbomenak (Ninok Leksono) di Saunggaluh.

Akibat perebutan wilayah, kakak beradik yang telah diwariskan masing-masing bagiannya ini berperang. Penguasa Sunda Pakuwan, Prabu Tunggal Halimun berharap menaklukkan wilayah Galuh Kawai. Akhirnya, pecah perang Wangsa, menyebabkan banyak korban berjatuhan.

Raja Sunda Pakuwan dan Raja Galuh Kawali dihukum karena mengakibatkan perang besar tersebutu. Keduanya lengser dan menyerahkan kekuasaannya kembali kepada leluhur,

Tahta kerajaan Galuh Sunda diberikan kepada putra Dewa Wastu Kencana, Manah Rarasa Jayadewata yang sejak lahir dinobatkan sebagai Maharaja Galuh Sunda. Sang raja pun dinobatkan sebagai Silihwangi.

Silihwangi belum cukup umur, kerajaannya dititipkan kepada Prabu Garbomenak, putra Maharaja Galuh Sunda. Namun Prabu Garbomenak ingin menyingkirkan Silihwangi.

Ia diselamatkan oleh Resi Ranggawangi, diajak berkelana. Setelah mendapatkan cukup ilmu dari perjalanannya, Silihwangi menjalankan takdirnya dengan menyelamatkan Kerajaan Galuh Sunda.