Sambal Roa: Sambalado dari Tanah Minahasa


Sulawesi Utara adalah surga bagi para pecinta keindahan laut. Jika Anda menyukai terumbu karang, bisa berwisata ke Bunaken, jika Anda suka melihat hutan mangrove, bisa ke Pulau Lembe, jika Anda hanya suka berleha-leha, ada banyak pantai yang bisa dikunjungi. Akan tetapi, bagaimana jika Anda hanya ingin berwisata kuliner?

Laut Manado menyediakan satu ikan istimewa, yaitu roa. Dalam kuliner Minahasa, ikan roa memiliki tempat tersendiri. Ia dijadikan sebagai bahan utama dari sambal khas Minahasa bernama sambal roa. Sebelum dijadikan bumbu sambal, jenis ikan terbang ini di asapi terlebih dahulu, kemudian disuwir-suwir, lalu disangrai. Daging ikan ini akan ditambahkan ke dalam sambal yang ditumis.

Sambal ini sangat nikmat untuk disajikan bersama berbagai lauk. Salah satu penganan yang perlu dicoba ialah pisang goreng dengan sambal roa. Kudapan tak lazim ini mempertemukan rasa manis pada pisang goreng dengan rasa pedas dan gurih dari sambal roa.

Ikan roa atau dikenal juga dengan julung-julung merupakan ikan yang berasal dari famili Hemiramphidae. Dilansir dari dua situs berbeda, ada dua pendapat mengenai jenis ikan roa. Pertama, yang menganggap ikan roa merupakan satu spesies dengan ikan julung-julung. Julung-julung sendiri merupakan nama Indonesia dari famili hemiramphidae. Artinya, segala jenis hemiramphidae adalah ikan roa. Namun, ada juga yang berpendapat kalau ikan roa merupakan hemiramphidae jenis hemiramphus brasiliensis. Sayangnya, jenis ini hanya hidup di perairan Atlantik, Samudra Pasifik dan Hindia serta berukuran 40 cm. Jadi, argumen yang paling memungkinkan ialah ikan Roa merupakan jenis hemiramphidae karena habitatnya berada di perairan Sulawesi Utara dan berukuran kecil.

Terlepas dari perdebatan tersebut, ikan roa adalah komoditi unggul dari Lautan Minahasa. Jika ditangani dengan serius, bisnis sambal roa dapat menjadi bisnis yang lukratif. Beberapa industri rumahan yang memproduksi sambal roa sudah bisa meraup keuntungan hingga 25 juta per bulannya. Bukan tidak mungkin, sambal roa bisa menjadi ikon bagi kuliner Minahasa sama dengan Gudeg di Yogya atau Rendang di ranah minang.

Kamu suka dengan konten akutahu.com? Berikan dua jempol sebagai tanda kamu menyukai konten ini.

Beritahu cuan reaksi kamu setelah membaca konten ini.

like
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0