Pesut Mahakam, Lumba-Lumba Air Tawar dari Kalimantan Diambang Kepunahan

Pesut mahakam (Orcaella brevirostris) adalah sejenis hewan mamalia yang sering disebut lumba-lumba air tawar yang hampir punah, karena berdasarkan data tahun 2017, populasi hewan tinggal 50 ekor saja dan menempati urutan tertinggi satwa Indonesia yang terancam punah.

Tidak seperti mamalia air lain yakni lumba-lumba dan ikan paus yang hidup di laut, pesut mahakam hidup di sungai-sungai daerah tropis. Populasi satwa langka yang dilindungi undang-undang ini hanya terdapat di tiga lokasi di dunia yakni Sungai Mahakam, Sungai Mekong, dan Sungai Irawady.

Pesut ini di temukan di banyak muara-muara sungai di kalimantan, tetapi karena pesut mahakam sekarang sudah menjadi satwa langka pesut mahakam hanya bisa di temui di beberapa wilayah yang sangat jauh dari laut yakni, Kecamatan kota Bangun, Kutai Kertanegara Kalimantan Timur. Dan dapat di temui pula di perairan Danau Jampang, Danau Semayang serta Danau Melintang.

Populasi hewan ini terus menyusut akibat habitatnya yang terganggu, terutama semakin sibuknya lalulintas perairan Sungai Mahakam, serta tingginya tingkat erosi dan pendangkalan sungai akibat pengelolaan hutan di sekitarnya. Kelestarian pesut mahakam juga di perkirakan terancam akibat terbatasnya bahan makanan berupa udang dan ikan, karena harus bersaing dengan para nelayan di sepanjang Sungai Mahakam.

Tidak hanya itu Rendra Bayu, seorang aktivis Yayasan Konsevasi Rare Aquatic Species Of Indonesia (RASI) menyebutkan bahwa 64 persen kematian pesut akibat terperangkap rengge atau alat tangkap tradisional. Rengge ini menjadi tempat berkumpul ikan-ikan kecil yang menjadi makanan pesut. Keberadaan rengge kerap mengundang perhatian pesut untuk mendekat. Beberapa pesut juga ditemukan terperangkap dalam rengge. Jika kita ingin menjaga pesut mahakam agar tidak hanya menjadi lagenda mari sama-sama kita jaga kelestarian lingkungan sungai mahakam.

 

Sumber : kaltim.tribunnews.com, id.m.wikipedia.org

Sumber Foto : id.m.wikipedia.org