Pameran Industri Syariah Terlengkap dan Terbesar di Indonesia Akan Digelar Pertama Kali di Jakarta

Jakarta - Gaya hidup Islami semakin mendapatkan tempat di hati umat Islam Indonesia. Semakin menyebarnya tren gaya hidup Islami membuat kebutuhan akan gaya hidup tersebut semakin meningkat. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, PT Lima Armada Utama (Lima Events) bekerja sama dengan AMK Events akan mengadakan Muslim Lifestyle Festival 2019 dan Islamic Tourism Expo 2019 yang akan diselenggarakan pada 30 Agustus sampai 1 September 2019 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta. Konferensi pers akan kepastian penyelenggaraan kedua acara tersebut didapatkan pada Rabu(13/03) di JCC, Jakarta.

Menurut Direktur Utama Lima Events, Lia Indriasari, potensi industri halal di Indonesia sangatlah besar.  Global Islamic Economy memproyeksikan nilai industri syariah mencapai 3,081 miliar dollar AS. Nilai ini didapatkan dari delapan sektor yaitu, makanan halal, pakaian syar'i, travel halal, kosmetik halal, obat-obatan halal, media hiburan dan rekreasi halal, lembaga keuangan Islam, dan perbankan syariah. Muslim Lifestyle Festival diselenggarakan untuk menjadi ajang temu dan kolaborasi antara pebisnis Muslim, akademisi dan pemerintah dalam mengadakan kerjasama di delapan sektor tersebut.

Sementara itu, Bambang Hamid sebagai direktur Islamic Tourism Expo, menerangkan kenapa expo ini diselenggarakan. Dari sisi demografi, Islam adalah agama dengan pertumbuhan pemeluk tertinggi di dunia. Diprediksi dalam 20 tahun ke depan,  pemeluk Islam di dunia akan meningkat 35%. Pertumbuhan ini berbanding lurus dengan potensi ekonomi nya. Jumlah pelancong Muslim juga selalu bertambah dalam 20 tahun terakhir. Mereka juga semakin kritis dalam meminta pelayanan yang ramah Islam

"dahulu para pelancong dan pelaku travel Muslim hanya mengartikan travel Muslim sebagai perjalanan tanpa babi dan minyak babi (No Pork, No Lard). Akan tetapi sekarang, keberadaan Masjid terdekat, ketepatan waktu salat, dan terpisahnya alat masak untuk Muslim dan non-Muslim semakin diperhatikan" ujar Bambang.

Bambang menambahkan dunia sudah lebih terbuka dengan bisnis travel Islami. Perusahaan travel reguler di negeri non-muslimpun sudah mengambil pangsa pasar ini. Sementara Indonesia yang merupakan negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia masih menjadi konsumen. Bagi Bambang ini adalah kesempatan yang sangat besar bagi para pebisnis Muslim.