• A PHP Error was encountered

    Severity: Notice

    Message: Undefined variable: rss_hide

    Filename: partials/_social_media_links.php

    Line Number: 45

    Backtrace:

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/views/partials/_social_media_links.php
    Line: 45
    Function: _error_handler

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/views/partials/_header.php
    Line: 770
    Function: view

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/controllers/Home.php
    Line: 164
    Function: view

    File: /home/isnaenirikki/public_html/index.php
    Line: 315
    Function: require_once

Padang Lamun, Ekosistem Laut yang Penting Bagi Kehidupan

Padang Lamun merupakan satu-satunya tumbuhan berbunga yang secara penuh dapat beradaptasi pada ekosistem laut . Ketergantungannya terhadap cahaya untuk fotosintesis menjadikan padang lamut paling banyak ditemukan pada permukaan dangkal.

Masyarakat awam seringkali salah mengartikan padang lamun (seagrass) sebagai rumput laut (seaweed). Faktanya, kedua hal tersebut berbeda. Padang lamun termasuk dalam tumbuhan tingkat tinggi (memiliki batang, daun, dan akar sejati), sedangkan rumput laut merupakan tumbuhan tingkat rendah yang tidak memiliki ketiga hal tersebut.

Padang lamun memiliki banyak manfaat, seperti , tempat perlindungan berbagai jenis organisme laut (teripang, bintang laut, bulu babi, kerang, udang, dan kepiting). Selain itu, hasil penelitian LIPI yang dipublikasikan pada Mongabay.co.id (2018) menunjukkan bahwa padang lamun memiliki kemampuan menyerap karbon mencapai 6,59 ton per tahun. Dengan kata lain, kemampuan padang lamun menyerap karbondioksida ternyata lebih besar dibandingkan tumbuhan darat.

Sayangnya, Pusat Penelitian Oseanografi LIPI dilansir oleh Antara News (2018) melaporkan bahwa secara umum presentase tutupan lamun di Indonesia adalah 42,23 %. Sedangkan, kondisi padang lamun dinyatakan sehat apabila persentase tutupan lamun lebih dari 60%.

Kondisi rusaknya padang lamun di Indonesia diakibatkan oleh faktor alami dan faktor manusia. Faktor alami, misalnya abrasi dan sedimentasi. Sedangkan, kerusakan akibat faktor manusia diindikasikan akibat penangkapan ikan dengan alat yang cenderung merusak, reklamasi pantai, aktivitas dermaga, dan lain-lain (WWF, 2010).

Untuk menjaga kelestarian padang lamun, pemerintah bersama dengan masyarakat Indonesia harus bekerja sama melakukan hal sebagai berikut: pengontrolan dan pengolahan limbah perkotaan dan industri untuk meminimalisir kadar bahan berbahaya, pengaturan penggunaan lahan di daerah tangkapan air untuk mengurangi terjadinya pengendapan akibat erosi tanah, pengaturan reklamasi pantai, serta melakukan sosialisasi tentang pentingnya padang lamun dalam kehidupan sehari-hari untuk menimbulkan awareness pada masyarakat luas (Borum dkk., 2004).

Nah, sekarang sudah tahu kan tentang Padang Lamun? Yuk, selamatkan padang lamun dari kerusakan yang lebih parah demi menjaga kelestarian ekosistem laut di Indonesia!

 

Sumber: antara.com, wwf, mongabay.co.id, Ocean.si.edu

Borum, J., Greve, T.M., Binzer, T., Santos, R., 2004. What can be done to prevent seagrass loss? In: Borum, J., Duarte, C.M., Krause-Jensen, D., Greve, T.M. (Eds.), European Seagrasses: An Introduction to Monitoring and Management. Dipublikasikan oleh the European Union Project Monitoring and Managing of European Seagrasses (M&MS), EVK3-CT-2000- 00044, pp. 67e71

 

 

Kamu suka dengan konten akutahu.com? Berikan dua jempol sebagai tanda kamu menyukai konten ini.

Beritahu cuan reaksi kamu setelah membaca konten ini.

like
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0