Menyambut RUU Perlindungan Data, Apa Saja Hak-Hakmu?

Jakarta - Lembaga Studi & Advokasi Masyarakat (ELSAM), menegaskan pentingnya RUU Perlindungan Data Pribadi. Seperti dilansir dari Elsam, RUU ini dimaksudkan untuk menjaga privasi data para pengguna internet. Menurut Deputi Direktur Riset Elsam, Wahyudi Djafar, pembahasan mengenai RUU ini telah berlangsung sejak 2014 akan tetapi pembahasannya sampai sekarang belum selesai.

Elsam menemukan 32 regulasi mengenai perlindungan data pribadi."Tapi undang-undang tersebut belum sinkron, belum harmonis, antara satu aturan dengan yang lain" Tegas Djafar

Permasalahan RUU ini adalah belum jelasnya definisi mengenai apa itu definisi data pribadi dan bagaimana pembagian jenis data pribadi. Selain itu, masih ada kekurangan dari sisi pengaturan pihak pengendali data dan pihak pemroses data.

Terlepas dari sisi regulasinya, Djafar melihat sisi hak para subjek data dan proses pemulihan data. Menurut Elsam, pengguna internet perlu tahu hak-haknya di dunia maya. Seperti dikutip dari Booklet Prinsip-Prinsip Perlindungan Data Pribadi, ada tujuh hak yang perlu diketahui oleh pengguna internet: Hak Atas Informasi, Hak untuk Mengakses, Hak untuk Menolak, Hak untuk Meralat, Memblokir, dan Menghapus, Hak atas Pemindahan Data, Hak atas Pemulihan yang Efektif, dan Hak atas Kompensasi.

Padahal, kasus pencurian data marak di Indonesia. Data yang telah dicuri ini nantinya akan diperjualbelikan. Prakteknya bahkan dapat ditemui di toko online terkemuka. Data tersebut biasa dimanfaatkan oleh oknum tenaga pemasar kartu kredit dengan memanfaatkan informasi privat seperti nama, nomor telepon, alamat rumah, hingga informasi finansial pemilik data.