Menghadapi Bahaya Disrupsi, Mahasiswa Akuntansi Wajib Tahu

Jakarta - Setiap profesi di Indonesia memiliki hak untuk berkontribusi bagi negara. Tak terkecuali, kelompok akuntan. Oleh karena itu Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dalam acara Bincang Bisnis bersama IAI di Jak TV, Rabu (12/06/2019). Acara ini mengundang Dadang Kurnia (Sekretaris Utama BPKP), Prof. Ainun Na'im (Sekjen Kemenristekdikti), Rosita Sinaga (DPN IAI) dan Ito Warsito (DPN IAI). Acara dipandu oleh Isnaeni Achdiat, Managing Partner dari Ernst & Young Indonesia.

Dalam perbincangan ini, dibahas bagaimana potensi mahasiswa jurusan Akuntansi dalam menghadapi masa disrupsi. Masa Disrupsi adalah masa dimana teknologi berkembang sangat pesat sampai mulai sedikit demi sedikit menggantikan peran manusia.Jika tidak ada usaha untuk beradaptasi, profesi akuntansi akan dikalahkan oleh mesin atau program komputer.

Menurut Prof. Ainun, ada dua hal yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan masa depan para calon akuntan. Pertama adalah sistem. Sistem pembelajaran akuntansi harus diubah.Sistem pembelajaran online atau daring perlu digalakkan. Menurut Prof. Ainun, penyelenggaraan kelas daring dengan siste manajemen pembelajaran yang baik akan membuat dosen dapat memantau pekerjaan mahasiswa.

"Learning management system akan membuat pengajar bisa meng crack apa saja yang dikerjakan mahasiswa" Kata Prof. Ainun.

Selain dari tataran sistem, konten pengajaran perlu juga diperhatikan. Menurut Prof. Ainun ada empat konten yang perlu diajarkan: Matematika, Logika, Penyelesaian Masalah, dan Kemanusiaan. Keempat hal ini sangat esensial untuk menghadapi perubahan dunia.

"Matematika adalah pengetahuan kuantitatif, semetara logika adalah (pengetahuan) kualitatif. Mereka digabungkan dengan problem-solving maka akan dapat memecahkan masalah. Kata Prof. Ainun.

Sementara itu IAI juga membuka jalan bagi para mahasiswa akuntansi untuk berkarier sebagai akuntan profesional. IAI memiliki seksi untuk akuntan muda untuk menjadi wadah bagi para mahasiswa akuntansi yang belum tersertifikasi, untuk bisa berjejaring dan mendapatkan pengalaman di IAI. Selain itu, IAI juga telah mengeluarkan Prakarsa 6.1 yang berisi kiat menghadapi masa Revolusi Industri 4.0 bagi para akuntan.

Selain IAI dan Kemenristekdikti, Pemerintah melalui BPKP juga berusaha membanntu para akuntan pemula untuk bisa melewati masa disrupsi ini. Menurut Dadang, BPKP mengadakan pendampingan bagi para akuntan muda. Selain itu, BPKP juga mengadakan sertifikasi bagi para sarjana akuntansi yang ingin berkarier sebagai akuntan sektor publik. BPKP juga terus mengembanngkan sistem agar audit BPKP semakin terpercaya.

"Mari kita sama-sama jaga akuntabilitas" Seru Dadang.