Lewat Gerakan Indonesia Bersih, Desainer Ini Ajak Masyarakat Cintai Lingkungan

Helen Dewi kirana biasa di panggil Helen adalah perancang busana yang telah lama menjadi desainer. Dalam dunia fashion nama Helen pun sudah tersohor dibuktikan dengan banyaknya penghargaan yang telah didapatkan. Helen merupakan lulusan dai fakultas hukum Universitas Indonesia.

Cerita mulanya Helen menjadi seorang desainer, saat ia menginap di Badui Dalam dan kemudian melihat sampah plastik yang cukup banyak. Hal ini membuat Ia gundah dan akhirnya menanyakan hal tersebut kepada warga sekitar. Alhasil, Helen memperoleh kesimpulan bahwasanya sampah-sampah yang berserakan tersebut berasal dari para turis yang berkunjung dan meninggalkan sampahnya begitu saja.

“Aku kasihan, aku prihatin, terus aku harus melakukan sesuatu. Udah deh aku bikin suatu gerakan yang dinamakan Gerakan Indonesia Bersih. Terus aku dalam melakukan sesuatu tuh prinsipnya cuma dua aja, yang kesatu itu mungkin dilakukan atau possible dan kedua kesinambungan atau sustainable. Jadi enggak pernah mimpi yang besar dan hebat tapi ngga bisa berkesinambungan. Jadi kecil aja tapi impactful,” ujarnya di Kick Andy (22/10/2018).

“Dan apa ya hal sederhana yang bisa dilakukan, oh sedotan, itu hal mudah bisalah orang melakukannya ,” Imbuhnya

Tidak hanya berhenti di situ, Helen pun ikut serta dalam gerakan untuk menghentikan penggunaan sedotan plastik. Ia beranggapan bahwa hal ini perlu dilakukan mengingat pertahunnya Indonesia telah menyumbang hingga 1,29 juta metrik ton sampah plastik yang berakhir ke lautan. Angka ini setara dengan 215 ribu ekor gajah jantan afrika dewasa berbobot 6 ton.

Spesifik pada upaya pengentasan masalah sampah, akhirnya Helen berinisiatif mengedukasi masyarakat dan turis yang berkunjung untuk membawa totebag dan kemudian membawa pulang kembali sampahnya. Helen pun mengajak turis dan warga sekitar untuk beralih dari sedotan plastik ke sedotan kaca. Alasannya dikarenakan Ia memiliki keyakinan bahwa sedotan plastik lebih steril.

"Saya orangnya optimis, meskipun hanya sedikit yang mau menggunakan sedotan kaca, tapi saya percaya sesuatu hal yang baik, pasti ada yang akan mengikuti. Jadi meskipun hanya seribu orang yang akan mungkin ataupun sejuta, itu sudah sangat signifikan,” tutup Helen.

Sumber : metrotvnews.com, mediaindonesia.comv