Kesejahteraan Petani di Indonesia Masih Bisa Ditingkatkan

Batola - Kementerian Pertanian (Kementan) optimistis berhasil menjalankan program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi) di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Untuk memastikannya, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, baru-baru ini, meninjau langsung dua lokasi lahan rawa di Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalsel yang termasuk dalam program Serasi.

Lokasi pertama yang dikunjungi Amran adalah lahan rawa yang ada di Desa Tumih, Kecamatan Wanaraya. Di sini ia meninjau areal pembuatan tanggul dengan brigade alat excavator.

Kepada operator excavator Mentan berpesan agar ia bekerja keras dan memanfaatkan alat berat dengan maksimal. Kabupaten Batola 
adalah salah satu daerah yang terbesar mendapatkan dana program ini, yakni Rp 200 miliar lebih. Saat ini, alokasi program Serasi di Batola seluas 56.042 hektare.

"Kita ingin menggerakan pertanian secara modern sesuai yang diharapkan Bapak Presiden. Karena kita ini bekerja bukan untuk ketersediaan pangan di Kalsel saja, tetapi untuk Indonesia," ujar Amran dihadapan Komandan Korem (Danrem) 101/Antasari, Kolonel Inf M Syech Ismed SE. MHan, yang membantu pengamanan mekanisasi pertanian di Batola. 

Lokasi berikutnya yang dikunjungi adalah Desa Kokida, Kecamatan Barambai. Di sini Mentan berbincang dengan petani di Posko Serasi Gapoktan Kokida, yang merupakan satu contoh keberhasilan program Serasi. 

Amran memperhatikan dari dekat air mengalir di saluran irigasi yang sudah berfungsi dengan baik. Ia meyakini jika program ini berjalan dengan baik, maka petani bisa untung dua kali lipat. Sesuai dengan mimpi besar yang dicita-citakan pemerintah menyejahterakan petani salah satunya melalui program Serasi.