• A PHP Error was encountered

    Severity: Notice

    Message: Undefined variable: rss_hide

    Filename: partials/_social_media_links.php

    Line Number: 45

    Backtrace:

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/views/partials/_social_media_links.php
    Line: 45
    Function: _error_handler

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/views/partials/_header.php
    Line: 770
    Function: view

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/controllers/Home.php
    Line: 164
    Function: view

    File: /home/isnaenirikki/public_html/index.php
    Line: 315
    Function: require_once

Kemeriahan Pesta Rakyat Jembul Tulakan di Jepara

Ragamnya budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia telah menjadi ikon tersendiri untuk negeri ini. Kebudayaan yang dimiliki ini tentunya lahir dari pengalaman yang panjang melewati berbagai perkembangan zaman yang ada. Namun, tantangan besar muncul dalam rangka menjaga kebudayaan ini yang terus tumbuh di tengah interaksi belantara budaya dunia. Generasi muda yang merupakan generasi pewaris kebudayaan bangsa mulai lupa akan budaya dari bangsanya sendiri. Padahal, kebudayaan tersebut sangat berpotensi untuk dijadikan sebagai objek wisata di daerahnya. Misalnya saja tradisi Jembul Tulakan yang ada di Jepara, Jawa Tengah.

Tradisi Jembul Tulakan merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Desa Tulakan, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara. Tradisi ini rutin diadakan setiap Senin Pahing di bulan Apit dalam penanggalan Jawa. Masyarakat di Desa setempat meyakini bahwa tradisi ini digunakan untuk mengenang sosok Ratu Kalinyamat, sosok yang sangat melegenda di dalam kehidupan masyarakat setempat. Dalam kepercayaan mereka, tradisi ini bermula dari sumpah yang dilontarkan oleh Nyai Ratu Kalinyamat “Ora pisan-pisan ingsun jengkar soko topo ingsun, yen ingsun durung biso nganggo keset jambule Aryo Penangsang”. Hal inilah yang menggerakkan hati masyarakat Desa Tulakan untuk ikut memberikan bantuan secara moril dengan mengadakan upacara Jembul Tulakan yang dijadikan juga sebagai sarana sedekah bumi. Sedekah bumi ini merupakan lambang rasa syukur masyarakat Desa Tulakan atas limpahan rahmat dan karunia Tuhan.

Jembul Tulakan (bpad.jogjaprov.go.id)

Prosesi yang dilakukan dalam tradisi Jembul Tulakan ini sangatlah panjang. Dimulai dari tradisi Manganan terlebih dahulu. Lalu, mencuci kaki petinggi dengan kembang setaman. Setelah itu, melakukan selamatan yang dilanjutkan dengan mengitari Jembul sebanyak tiga kali. Inti dari tradisi ini ialah mengarak jembul/ancak yang terbuat dari anyaman bambu berisi aneka hasil bumi dan olahan makanan tradisonal khas Jepara seperti wajik, jenang, gemblong dan sebagainya. Ada dua jenis jembul yang diarak yaitu “Jembul Wadon” dan “Jembul Lanang”. Kedua jembul ini memiliki ukuran yang berbeda, jembul wadon tidak menjulang dan berukuran lebih kecil, sedangkan jembul lanang menjulang dan berukuran lebih besar. Jembul ini diarak dari dusun Krajan, Winong, Drojo dan Ngemplak menuju halaman rumah petinggi dengan disambut kesenian desa setempat, kesenian Tayub.

Tradisi Jembul Tulakan merupakan salah satu dari banyaknya tradisi yang ada di Jepara yang patut untuk dijadikan sebagai wisata budaya di Jepara. Tradisi yang unik dan penuh dengan cerita-cerita sejarah menjadi ciri khas dari tradisi Jembul Tulakan ini. Tradisi ini menjadikan Desa Tulakan sebagai satu lagi deretan tempat menarik untuk dikunjungi wisatawan di Kabupaten Jepara. Berdasarkan data statistik pariwisata Provinsi Jawa Tengah, Tradisi Tulakan berhasil menyedot 20.000 wisatawan domestik. Adanya wisata budaya Jembul Tulakan ini diharapkan tidak hanya menarik wisatawan domestik saja, tapi dapat menarik wisatawan mancanegara juga untuk berkunjung ke Desa Tulakan untuk melihat berlangsungnya tradisi ini. Dengan begitu, Jepara akan terkenal dengan beragamnya tradisi yang sangat dijaga kelestariannya itu.

 

Sumber : jepara.go.id, jateng.tribunnews.com, news.detik.com, iainpurwokerto.ac.id, disporapar.jatengprov.go.id, digilib.uin-suka.ac.id, digilib.uns.ac.id, lib.unnes.ac.id, media.neliti.com, wisatasia.com

Kamu suka dengan konten akutahu.com? Berikan dua jempol sebagai tanda kamu menyukai konten ini.

Beritahu cuan reaksi kamu setelah membaca konten ini.

like
3
funny
0
angry
0
sad
0
wow
1