• A PHP Error was encountered

    Severity: Notice

    Message: Undefined variable: rss_hide

    Filename: partials/_social_media_links.php

    Line Number: 45

    Backtrace:

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/views/partials/_social_media_links.php
    Line: 45
    Function: _error_handler

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/views/partials/_header.php
    Line: 770
    Function: view

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/controllers/Home.php
    Line: 168
    Function: view

    File: /home/isnaenirikki/public_html/index.php
    Line: 315
    Function: require_once

Kegel Exercise Untuk Mengatasi Gangguan Berkemih

Data yang diperoleh dari WHO, sekitar 200 juta penduduk dunia mengalami masalah inkontinensia urin. Berdasarkan data dari national kidney and urology desease advisory board di Amerika Serikat jumlah penderita inkontinensia urin mencapai 13 juta dengan 85% diantaranya adalah perempuan. Di Indonesia jumlah penderita inkontinensia urin sangat tinggi, sebenarnya kasus ini masih sangat sedikit jika dibandingkan dengan kasus yang sebenarnya terjadi sebab masih banyak kasus yang terjadi tetapi tidak dilaporkan (Maas et al, 2011). Prevalensi Kasus inkontinensia urin meningkat pada usia diatas 60 tahun, hal ini dikemukakan pada jurnal prevalence of urinary incontinence oleh Thomas Thelma.

Berbagai macam perubahan  kondisi yang terjadi pada  lansia, salah satunya pada penurunan kemampuan untuk mengendalikan buang air kecil (miksi) yang biasa disebut inkontinensia urin. Sistem perkemihan pada lansia terkhusus wanita terjadi penurunan tonus otot daerah pelvic floor muscle  (otot dasar panggul) dan otot disekitar saluran kemih (uretra) yang disebabkan oleh penurunan kadar hormone estrogen pada masa menopause sehingga menyebabkan melemahnya otot sekitar panggul.

Menurut Newman & Smith, 1992 terdapat cara yang dapat dilakukan untuk memperbaiki / mengontrol kemampuan berkemih (miksi) salah satunya dengan cara melatih dan memperkuat otot dasar panggul. Latihan yang biasa digunakan untuk melakukan penguatan pada otot dasar panggul  adalah Kegel Exercise.

Latihan ini pertama kali dikembangkan oleh  Dr. Arnold Kegel pada tahun 1948 sebagai suatu metode untuk mengendalikan inkontinensia urin pada wanita setelah melahirkan. Sampai saat ini fisioterapis masih tetap menggunakan latihan ini karena berbagai penelitian menunjukkan latihan kegel ini efektif untuk meminimalkan kasus inkontinensia urin.

Hal ini dibuktikan oleh julianti dalam salah satu jurnal e-kep (e-jurnal keperawatan) volume 5 Nomor 1, Februari 2017  yang menyatakan sebelum dilakukan kegel exercise frekuensi inkontinensia respondennya menunjukakan frekuensi yang sedang. Namun setelah melakukan kegel exercise respondennya menunjukkan frekuensi inkontinensia yang rendah.

Latihan ini melibatkan kontraksi yang  melibatkan otot pubokoksigeus dan iliokoksigeus. Pelvic floor muscle (otot dasar panggul) diibaratkan seperti  trampolin yang menyangga organ-organ yang ada diatasnya misalnya; vagina, uterus, dan vesika urinaria (kantung kemih) dan yang lainnya.

Prinsip dasar latihan ini terdiri atas 4 latihan dasar yakni latihan dasar 1 yakni seakan ingin menahan buang angina (flatus). Latihan dasar 2 yakni membayangkan ingin kencing atau miksi tetapi tidak menemukan kamar kecil (toilet). Anda akan berusaha untuk menahan kencing dengan mengkontraksikan otot disekitar saluran kencing dan otot dasar panggul anda. Latihan dasar 3 yakni menarik otot perineum kedalam tubuh dengan meletakan tangan diperineum anda. Latihan dasar 4 yakni letakkan jari anda di tulang os. Coccygeus dan jari tangan yang satunya di symphisis os.pubis dengan mengkontraksikan otot dasar panggul. 

Sumber : Jurnal Fisioterapi, dan e-jurnal Keperawatan volume 5 Nomor 1 tahun 2017

Gambar : Wikipedia