• A PHP Error was encountered

    Severity: Notice

    Message: Undefined variable: rss_hide

    Filename: partials/_social_media_links.php

    Line Number: 45

    Backtrace:

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/views/partials/_social_media_links.php
    Line: 45
    Function: _error_handler

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/views/partials/_header.php
    Line: 770
    Function: view

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/controllers/Home.php
    Line: 164
    Function: view

    File: /home/isnaenirikki/public_html/index.php
    Line: 315
    Function: require_once

Jelajah Pesona Sejarah dan Mistis ala Lawang Sewu

Belum afdhol jika ke Semarang tidak mengunjungi Lawang Sewu. Istilah Lawang Sewu diambil dari bahasa Jawa “Sewu” yang bermakna seribu. Sebutan ini tidak lepas dari banyaknya daun pintu di Lawang Sewu. Namun, seperti istilah kepulauan seribu, jumlah sebenarnya jauh dari angka 1.000. Tepatnya, 429 buah lubang pintu, dengan 1.200 daun pintu (sebagian pintu dengan 2 daun pintu, dan sebagian dengan menggunakan 4 daun pintu, yang terdiri dari 2 daun pintu jenis ayun [dengan engsel], ditambah 2 daun pintu lagi jenis sliding door/pintu geser).

Lawang Sewu memiliki keunikan dibandingkan wisata lain di Semarang. Pengunjung akan disuguhkan fenomena sejarah dan mistis sekaligus. Bagaimana tidak, Lawang Sewu menjadi saksi bisu salah satu perjalanan bangsa dalam perkeretaapian di Indonesia. Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau disingkat NIS menggunakan gedung tersebut untuk menjalankan pengoperasian kereta api. Menurut Sudrajat, politik etis menjadi dasar pembangunan kantor pusat NIS di Semarang, “… Muncul kebutuhan yang cukup besar untuk mendirikan bangunan bangunan publik dan perumahan, akibat perluasan daerah jajahan, desentralisasi administrasi kolonial dan pertumbuhan usaha swasta”. Selepas Belanda keluar dari Semarang, Angkatan Muda Kereta Api (AMKA) mengambil alih operasi kereta api. Namun, saksi bisu pertempuran lima hari semarang yang diperingati setiap tanggal 14 Oktober menjadi bukti kelamnya pertempuran tantara Jepang dan AMKA.

Setelah mengetahui pesona sejarah, Lawang Sewu juga memiliki pesona mistis yang ceritanya telah terdengar se-Nusantara. Kisah arwah Noni Belanda dan tahanan perang kerap kali muncul. Abdul, anggota Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Cabang Semarang, mengatakan bahwa pengunjung kerap mendapati Noni Belanda berdiri dengan pakaian serba putih berdiri di pojok ruangan. Lain kesempatan Abdul juga menemukan pengunjung wanita diyakini dirasuki oleh roh Noni Belanda dengan melakukan tarian balet di salah satu Lorong. Pemandu lain dengan nama tidak disebutkan mengatakan Lorong bawah tanah terkadang mengeluarkan jeritan layaknya seorang tahanan disiksa. Pesona mistis lain juga dapat ditemui dengan variasi cerita pengunjung.

Terlepas dari pesona mistis, sudah seharusnya sebagai manusia hanya takut terhadap Tuhan yang Maha Esa. Lawang Sewu memiliki daya estetik yang bisa memanjakan mata dan tentu instagrammable. Jadi, jangan lupa ke Lawang Sewu jika berkunjung ke Semarang! Yuk, abadikan fotomu disini!

 

Sumber : liputan6.com, travel.kompas.com, seputarsemarang.com

Sumber gambar : jateng.tribunnews.com

Kamu suka dengan konten akutahu.com? Berikan dua jempol sebagai tanda kamu menyukai konten ini.

Beritahu cuan reaksi kamu setelah membaca konten ini.

like
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0