Ini Tantangan dan Peluang Diplomasi Indonesia

Depok - Indonesia menjadi salah satu negara yang aktif di kancah hubunan internasional. Buktinya, Indonesia aktif dalam berbagai kegiatan atau orgaisasi luar negeri. Meski begitu, bukan berarti Indonesia berjalan mulus, tantangan terbesar diplomasi Indonesia adalah menipisnya multilateralisme.

Hal ini diungkap oleh Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno L.P. Marsudi dalam kuliah umum "Diplomasi Indonesia: Tantangan dan Peluang", Rabu (10/4) di Universitas Indonesia, Depok.

Menteri Retno menyebutkan, diplomasi multilaterisme yang menekankan norma dan dialog antar negara menentang kecenderungan negara besar untuk bertindak semaunya. Ini berbeda dengan unilateralisme dimana negara cenderung ke kepentingannya masing masing.

"Ini berbahaya. Jangankan pada dunia, kalau kita di rumah tangga dan semua keluarga mementingkan dirinya sendiri saja susah nanti? ujar Menteri Retno.

Namun, mesin Indonesia tetap berjalan cukup kencang dan sesuai dengan prinsip bebas aktif dalam memperjuangkan perdamaian dunia. Hal ini dilihat dari terpilihnya Indonesia sebagai anggota tidak tetap PBB.

"Mulai 1 Januari 2019, Indonesia menjabat sebagai anggota tidak tetap Indonesia untuk PBB" kata Retno.

Apalagi di bulan Mei 2019, Indonesia juga akan memegang presidium Dewan Keamanan PBB. Indonesia akan memperjuangkan ekosistem perdamaian yang telah berlangsung saat ini.

Terakhir, Retno menekankan bahwa diplomasi Indonesia masih berkontribusi untuk dunia. "Kita aktif, masih dianggap dan diperhitungkan dunia" kata Retno.

 

Reporter : Andi Wirapratama