Ini Posisi Ojek Daring di Hati Kaum Milenial

Jakarta - Milenial adalah potensi pasar yang paling potensial dari para industri. Menurut riset yang dilakukan oleh Alvara Strategic Research, 34% dari pangsa pasar Indonesia adalah kelompok Milenial. Oleh karena itu, produk-produk yang dikeluarkan oleh industri harus menyesuaikan dengan selera Milenial.

Saat ini ada dua penyedia jasa angkutan daring yang ingin menjemput pangsa pasar milenial. Mereka adalah Gojek dan Grab. Kedua perusahaan ini saling beradu harga dan kualitas layanan untuk memperebutkan perhatian milenial. Siapa yang mendapat hati kelompok ini?

Survei membuktikan Gojek lebih bisa menarik perhatian milenial dibandingkan Grab. Gojek lebih unggul dari sisi penggunaan aplikasi. 70,4 % responden menjawab mereka lebih sering menggunakan Gojek. Hanya 45,7% yang menggunakan Grab. Selain itu, Gojek lebih banyak diasosiasikan dengan kualitas layanan sedangan Grab lebih dikenal dengan harga dan promonya.

Selain layanan ojek daring, kedua perusahaan juga memiliki layanan pesan-antar makanan. Gojek memiliki Gofood sedangkan Grab memiliki Grabfood. Dalam kontestasi ini, Gojek kembali unggul. Gojek menang dari sisi merek dan layanan sedangkan Grab menarik massa dari sisi harga. 71,1% responden lebih sering menggunakan Gofood untuk memesan makanan. Hanya 39,9% saja yang menggunakan Grabfood. Selain itu, Gofood dikenal di seluruh wilayah penelitian sementara Grab hanya terkenal di wilayah Jakarta saja.

Survei ini dilaksanakan Alvara sejak 3 hingga 2019 dengan mengumpulkan 1204 responden dengan tingkat margin of error 2,89%. Responden berasal dari berbagai wilayah di Indonesia yaitu, Kota Jabodetabek, Padang, Manado, Bali dan Kota Yogyakarta.