Ini Penjelasan Hakim MK Terkait Sidang Sengketa Pilpres 2019

Jakarta - Sidang Mahkamah Konstitusi (MK) terkait Sengketa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 masih berlanjut, Kamis (27/06), sore. Pada kesempatan ini, para hakim MK akan memutuskan hasil temuan BPN Prabowo - Sandiaga terhadap hasil pemilu 2019.

Bagi para hakim, tuduhan BPN ini tidak dilandaskan pada fakta hukum yang valid. Walau beberapa tuduhan mereka soal permasalahan Pemilu valid, urusan itu sudah ditangani oleh badan atau lembaga terkait. MK menghormati wilayah kerja lembaga terkait.

" Mahkamah hanya menyelesaikan sengketa hasil pemilu" Kata salah satu hakim, Suhartoyo.

Selain itu, hakim lain Wahiduddin Adams juga mengatakan klaim kecurangan yang dituduhkan BPN tidak berlandaskan pada fakta hukum yang valid. Menurut Wahiduddin, tuduhan BPN banyak berasal dari asumsi yang tidak bisa dibuktikan kebenarannya.

Ketua MK Anwar Usman mengingatkan kedua belah pihak untuk tak saling menjatuhkan setelah putusan MK dibacakan.

"Putusan ini tidak mungkin memuaskan semua pihak. Untuk itu, jangan dijadikan ajang untuk saling menghujat dan memfitnah," Sebut Anwar Usman.

Sidang sempat di skors pada jam 15.00 hingga 15.30 lalu dilanjutkan kembali hingga diskors kembali pada pukul 17.48 dan akan diteruskan kembali pada pukul 19.00

Pada persidangan sebelumnya, BPN telah menghadirkan saksi dan bukti terkait tuduhan kecurangan yang mereka tuduhkan kepada pasangan Jokowi-Amin.

Foto: Instagram @mahkamahkonstitusi

Reporter: Raihan Sujatmoko