• A PHP Error was encountered

    Severity: Notice

    Message: Undefined variable: rss_hide

    Filename: partials/_social_media_links.php

    Line Number: 45

    Backtrace:

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/views/partials/_social_media_links.php
    Line: 45
    Function: _error_handler

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/views/partials/_header.php
    Line: 770
    Function: view

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/controllers/Home.php
    Line: 164
    Function: view

    File: /home/isnaenirikki/public_html/index.php
    Line: 315
    Function: require_once

How To Train Your Dragon 3: The Hidden World, Box Office Pertama di Tahun Ini

How To Train Your Dragon adalah film animasi dengan tema fantasi yang diproduksi oleh studio Dream Works. Pertama kali rilis pada tahun 2010.

Film ini diangkat dari Novel karya Cressida Cowell dengan judul yang sama pada tahun 2003. How To Train Your Dragon bersetting di Berk (Mitikal Viking), daerah dimana naga dan manusia hidup secara berdampingan.

Film ini terdiri atas 3 sekuel dengan Hiccup, sang anak kepala suku, sebagai tokoh utamanya. Latar cerita yang menjadi fokus utama dalam film ini adalah tentang persahabatan tokoh utama dengan seekor naga berjenis Night Fury yang mendapat julukan Toothless dalam menghadapi berbagai macam masalah di dunianya.

Bagian ke 3 merupakan series terakhir dari Film Animasi How To Train Your Dragon sudah dirilis pada tanggal 3 Januari 2019, dan mulai tayang di Indonesia pada tanggal 9 Januari yang lalu. Hingga tulisan ini dibuat, film tersebut mendapatkan skor 8.4 di IMDB mengungguli IP Man 4 dengan skor 8.

Dibandingkan dengan sekuel pertamanya yang rilis pada tahun 2010, How To train Your Dragon 3: The Hidden World masih unggul dengan 0,3 point lebih baik pada awal perilisan.

Hal utama yang mungkin menjadi faktor kesuksesan dari Film ini adalah kesan emosional yang berhasil disampaikan baik kepada penonton setelah menyaksikan setiap sekuelnya, maupun pada para aktor yang berperan di dalamnya. Kepada Cinemablend, Jay Baruchel, pengisi suara Hiccup, tokoh utama dalam film ini mengungkapkan bahwa ia sendiri tidak dapat mendeskripsikan dengan jelas bagaimana perasaannya setelah akhir dari sekuel film ini, namun ia juga beranggapan setidaknya film ini dapat berakhir dengan cara yang terbaik. Setelah hampir 1 dekade menjadi sosok dibalik karakter tokoh utama, Jay merasa bahwa Hiccup telah menjadi bagian dalam dirinya, dan akan sangat susah sekali mengucapkan selamat tinggal kepada sosok Hiccup.

Duo sutradara Chris Sanders dan Dean DeBlois mampu membawa penonton hanyut ke dalam kehidupan Hiccup, dari ia berusia anak-anak hingga tumbuh dewasa. Sanders dan Dubois yang juga menyutradarai Lilo n Stitch mampu menghadirkan alur cerita yang tidak monoton sehingga membuat setiap orang yang menontonnya merasakan spektrum emosional yang luas dan memorable. Tentu saja masih banyak faktor-faktor lain yang menjadi keunggulan dalam film ini. Nah buat kamu yang penasaran untuk menyaksikan kerennya film ini, jangan ragu untuk ajak seluruh keluarga kamu unutuk menonton, karena film ini aman untuk disaksikan oleh anak-anak hingga dewasa. Jadi tunggu apa lagi?

Sumber:Cinemablend, IMDB, howtotrainyourdragon.com

Gambar:Perrry Chen, livebiography.com, comingsoon.net

Kamu suka dengan konten akutahu.com? Berikan dua jempol sebagai tanda kamu menyukai konten ini.

Beritahu cuan reaksi kamu setelah membaca konten ini.

like
2
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0