Hoaks Merajalela, Siberkreasi Menjawab dengan Peluncuran Buku

Jakarta - Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi kembali akan luncurkan seri buku literasi digital pada Senin (01/04). Peluncuran buku ini merupakan rangkaian bertahap dari upaya Siberkreasi meningkatkan kompetensi pengguna internet Indonesia. Peluncuran seri ini ditopang oleh program-program yang seperti Pandu Digital, School of Influencer, dan peningkatan kompetensi literasi digital bagi gerakan Pramuka bekerja sama dengan Kwarda Pramuka Jawa Tengah bertajuk Saka Milenial. Ketiganya diresmikan bersama dengan 8 buku literasi digital dan bunga rampai berjudul "Demokrasi Damai Era Digital" yang berisi 30 tulisan.

Dalam peluncuran buku ini, Siberkreasi akan menanggapi riuh-rendahnya pemanfaatan ruang-ruang siber dalam menunjang praktek demokrasi. Menurut laporan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) tahun 2019, tren berita bohong atau hoaks meningkat menjelang pemilu. Pada bulan Maret 2019, terdapat 380 konten hoaks politik yang ditemui oleh Kemkominfo dan telah disebarkan melalui berbagai platform media sosial. Ketua Umum GNLD Siberkreasi, Deddy Permadi mengerti urgensi dari pendidikan literasi digital.

“Untuk menjamin demokrasi Indonesia yang praktiknya merambah dunia digital, kompetensi literasi digital kian urgen dimiliki masyarakat. Apalagi Indonesia tengah menghadapi gelombang disinformasi jelang pemilu serempak mendatang. Kami menempuh jalur edukasi melawan hoaks, produksi konten positif, dan peningkatan kesadaran publik terkait keberagaman,” tutur Dedy

Kemkominfo akan selalu mendukung upaya peningkatan literasi digital. Pada acara ini, Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara dikonfirmasi akan hadir.