• A PHP Error was encountered

    Severity: Notice

    Message: Undefined variable: rss_hide

    Filename: partials/_social_media_links.php

    Line Number: 45

    Backtrace:

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/views/partials/_social_media_links.php
    Line: 45
    Function: _error_handler

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/views/partials/_header.php
    Line: 770
    Function: view

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/controllers/Home.php
    Line: 164
    Function: view

    File: /home/isnaenirikki/public_html/index.php
    Line: 315
    Function: require_once

Di Aceh, Ternyata Ada Benteng Peninggalan Jepang

Pada era tahun 1942 hingga 1945, Indonesia dijajah Jepang. Negara yang dapat julukan negeri Matahari Terbit itu  meninggalkan sejumlah benda sejarah di Aceh yang masih berdiri sangat kokoh. Salah satunya, kota Sigli, Lhokseumawe, Aceh Selatan.

Di kota Sigli, benteng ini terlihat sudah sangat tak terawat dan ditutupi tumbuhan berlumut serta semak belukar. Kondisi ini diperparah dengan banyaknya sampah yang ada di sekelilingnya. Sebaliknya, benteng lainnya yang berada di sabang kini telah dijadikan sebagai destinasi wisata sejarah. Saudara Akbar, salahsatu warga Sigli, mengungkapkan bahwasanya beberapa tahun lalu di sepanjang pantai tersebut banyak terdapat benteng, tetapi sekarang banyak yang sudah tenggelam oleh pasir dan air.

Benteng peninggalan Jepang ini acapkali disebut sebagai “kurok-kurok" oleh warga sekitar Beberapa benteng yang telah berusia tua di Sigli ini terbuat dari beton cor yang bertekstur kasar dengan ketebalan sekitar 50-100 cm dimana di sekelilingnya terdapat lubang pengintaian yang berfungsi sebagai tempat meletakkan senjata meriam. Benteng ini juga digunakan sebagai tempat perlindungan tentara jepang dari serangan pihak lawan.

Saudara Rio, pengelola akun youtube Rio de Jaksiuroe dan salah satu warga Sigli, berharap pemerintah memiliki inisiatif untuk memberikan papan nama guna menjelaskan sejarah bangunan tersebut.

Diharapkan, benteng tersebut mendapatkan perhatian dari pemerintah agar generasi mendatang mengetahui bahwa daerahnya pernah menjadi pertahanan tentara pasukan Jepang.(AFR)

Sumber : mediaaceh.co,acehtrend.com

Kamu suka dengan konten akutahu.com? Berikan dua jempol sebagai tanda kamu menyukai konten ini.

Beritahu cuan reaksi kamu setelah membaca konten ini.

like
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0