Debat Capres ke-4, Jokowi dan Prabowo Sempat Bahas Teknologi

Jakarta - Pesta demokrasi di Indonesia dilangsungkan 17 April 2019. Jelang pemilihan umum itu, Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto mengungkapkan visi dan misinya dalam Debat Calon Presiden (Capres) ke-4 yang dilaksanakan di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu (30/3/2019).

Dalam pembahasan kali ini, tema yang diambil adalah ideologi, pemerintahan, hubungan internasional dan pertahanan keamanan. Bagi Prabowo, Pancasila adalah ideologi final

"Kami akan membersihkan lembaga lembaga pemerintah dan memperkuat lembaga pemerintah, Pancasila berhasil mempersatukan ratusan etnis suku. Saya dari sejak 18 tahun telah menandatangani sumpah untuk setia pada Pancasila," kata Prabowo.

Prabowo menjelaskan teknologi informatika menjadi hal penting dalam membangun negara. Prabowo berjanji apabila terpilih, ia akan memperbaiki banyak hal yang dirasa kurang, termasuk memajukan kesejahteraan rakyat.

"Memang teknologi informatika vital diperlukan. Prabowo dan Sandi akan mengutamakan penggunaan tekonologi informatika ini, terutama untuk mencapai transparansi. Jadi segala macam sistem yan baik kalau tujuannya tidak jelas, maka yang ingin kita capai adalah pemerintahan yang efektif dan bersih dari korupsi. Teknologi informatika adalah senjata yang efektif. Sebagai contoh, rasio pajak, kita bisa kembalikan ke 16 persen, terutama perbaiki gaji-gaji dan kualitas hidup pegawai pemerintahan kita. Teknologi informatika sebuah kewajiban, kita perlu single identity card, tidak perlu banyak kartu. Tujuan kita kesejahteraan rakyat. Teknologi buat apa kalau tidak untuk kesejahteraan rakyat," ungkp Prabowo.

Sementara, menurut Jokowi, Pancasila adalah kesepakatan para pendiri bangsa. Di bidang pertahanan, Jokowi ingin memperkuat dan memodernisasi alutsista karena perang masa kini adalah perang siber.

"Menjadi kewajiban kita bersama untuk menjaga, merawat dan memptaktekan pancasila dalam kehidupan bernegara. Menerapkan dilan atau digital pelayanan, serta tetap mempertahankan politik bebas aktif," ungkap Jokowi.

Jokowi pun juga membahas mengenai pelayanan untuk masyarakat yang berbasisi teknologi. Hal itu dianggap lebih mudah dalam meyani masyarakat.

"Tadi di depan, saya sudah sampaikan bahwa kedepan diperlukan pemerintahan dilan, digital melayanai, karena yang dinamakan pelayanan bukan hanya melayani tapi kecepatan. Petama reformasi di bidang pelayanan, lewat pelayanan berbasis teknologi, misalnya E-goverment, e-budgetin. Sangat dibutuhkan menghadap era digital ke depan. Kedua, penajaman dan penyederhananan. Tidak diperlukan lembaga yang kurang penting, 4 tahun saya telah menutup 23 lembaga. Ketiga peningkatan SDM aparatur negara kita. Keempat, reformasi tata kelola manajemen disederhanakan, tidak perlu bertele-tele, kalau ada lembaga yang bertele-tele menghambat pelayanan," ungkap Jokowi.

Reporter: Raihan Sujatmoko