Bunga Bangkai yang Tumbuh Subur di Bengkulu

Jakarta - Bunga bangkai (Amorphophallus titanum) merupakan bunga raksasa langka, bunga endemik pulau  Sumatera sekligus khas dari provinsi Bengkulu. Hal ini dikarenakan bunga bangkai ini sering tumbuh dihutan, pergunungan, perkebunan warga, hingga halaman rumah warga provinsi Bengkulu.

Sesuai dengan namanya bunga bangkai sehingga bunga ini mempunyai bau yang sangat menyengat busuk yang mengundang serangga seperti lalat, dan kumbang untuk melakukan penyerbukan bunga. 

Tampak luar bunga bangkai sangatlah tak biasa, dengan bentuk kuncup berwarna keungunan,. Saat mekar, warnanya merah kecokletaan, diameter bunga bisa mencapai 100 cm dengan ketinggian hingga 3 Meter. 

Di bengkulu bunga bangkai mendapatkan perhatian yang baik oleh pemerintah dan warga provinsi bengkulu, salah satunya dengan Konservasi Bunga Bangkai yang ada di Desa Tebat Monok, Kepahiang, disini warga dengan senantiasa melestarikan bunga bangkai tersebut, meskipun dulu bunga bangkai ini dianggap penggangu bagi warga karena baunya yang busuk.

Umur bunga bangkai ini lebih pendek dibandingkan bunga rafflesia arnoldi, bunga bangkai hanya mekar 1-2 hari. pada hari pertama mekar bau yang dikeluarkan bunga sangatlah busuk hingga membuat satu desa menciumnya. Uniknya, bau tak sedap itu perlahan memudar.

Tak heran ketika bunga bangkai mekar banyak wisatawan yang datang untuk melihat secara langsung, walaupun bau nya busuk tapi wisatawan merasa puas bisa melihat bunga raksasa dunia ini

Tempat mekar bunga bangkai ini juga dijaga dan dirawat oleh warga sekitar, dan dibuka secara umum jadi siapa saja dapat melihat bunga bangkai ketika mekar atau pun sebelum dan sesudah mekar. Jika ingin melihat dengan sempurna maka kalian harus datang diwaktu ketika Bunga Bangkai ini mekar dengan sempurna. 

 

sumber gambar  : indoflashlight