Bukan Sekedar Pendiam, Ini Sisi Lain Introvert

Tangerang -  Mendengar kata introvert, yang terlintas di pikiran adalah sosok orang yang pendiam. Bahkan, publik sempat salah sangka, menyebutkan si introvert merupakan orang yang sulit bergaul.

Padahal, introvert ini merupakan bagian dari karakter manusia. Lebih jauh, dalam acara Creativest yang diselenggarakan di the Breeze, BSD City, Tangerang, Rabu (13/2/2019), Adam Abednego mengupas mengenai introvert dan ekstrovert.

Karakter manusia  dimaksud di sini yaitu dalam mengumpulkan energi.  Introvert itu tipe yang mendapatkan energi dengan melakukan kegiatan sendirian, seperti membaca buku. Sementara, ekstrovert bisa bersosialisasi dengan orang lain.

"Menurut data, ada satu dari tiga orang di dunia adalah seorang introvert. Salah satu karakteristik yang umum dari para introvert  adalah mereka cenderung lelah ketika banyak bersosialisasi dengan orang lain," kata Adam Abednego.

"Hasilnya, mereka lebih mengutamakan kualitas diskusi dengan orang lain dibanding banyaknya teman yang dapat ditemui. Jadi, si introvert ini bukan tidak bisa bersosialisasi dengan baik, melainkan memilih teman yang cocok dengan mereka," Adam Abednego menambahkan.

Adam juga membedah miskonsepsi yang melingkupi karakter introvert. Salah satu miskonsepsi dari karakter introvert adalah bisa disembuhkan.

"Introversi bukanlah penyakit. Miskonsepsi ini datang karena ada banyak orang introvert yang ingin bisa berbicara di depan umum," sebut Adam.

Adam mengakui dirinya seorang introvert. Buktinya, ia bisa berbicara di depan orang banyak. Ilmu berbicara di depan umum dapat dipelajari siapapun bukan ilmu alami ekstrovert. Salah satu keunggulan dari orang yang introvert, kemampuan mendengarkan orang.

"Introvert ini selalu mendengarkan nasehat orang dan mempertimbangkannya. Hal ini membuat, ketika introvert menjadi pemimpin, mereka selalu mendengarkan masukan dari orang lain sehingga kemampuan berpikir mereka sangat baik," ungkap Adam.

Reporter : M. Raihan Sujatmoko