Bohemian Rhapsody, Cerita Hidup Freddie Mercury dan Queen yang Melegenda

Lagu "Bohemian Rhapsody" adalah sebuah mahakarya dari Queen, seolah menjadi musik terbaik di era 1980-an hingga kini. Karya ini juga mengantarkan Queen menjadi legenda di industri musik. Single dalam lagu A Night in The Opera ini masuk dalam Grammy Hall of Fame, sebuah penghargaan terhadap lagu yang memiliki signifikansi terhadap sejarah.

Sutradara Bryan Singer membawa kisah perjalanan hidup band yang menciptakan mahakarya ini. Dalam film berjudul sama seperti judul lagunya, Bohemian Rhapsody,  diceritakan bagaimana perjalanan band ini dari awal sampai akhir dengan seringkas dan semenarik mungkin.

Tahun 1970, Farrokh “Freddie” Bulsara (Rami Malek) adalah seorang pekerja pengangkut koper di bandara Heathrow, di London, Inggris. Hidupnya berubah sejak ia menonton band favoritnya Smile. Saat itu, vokalis Smile, Tim Staffel (Jack Roth) mengundurkan diri. Kebetulan, Freddie yang waktu itu ingin bertemu band favoritnya bertemu dengan personel yang tersisa dari The Smile, Brian May (Gwilym Lee) dan Roger Taylor (Ben Hardy).

Mendengar kepergian Staffel, Freddie pun langsung menunjukan kebolehannya dalam bernyanyi. Saat Freddie menampilkan suara tenor dan sopranonya, May dan Taylor tertarik. Keduanya menginginkan sang jenius bergabung.

Tak lama, enam bulan kemudian di tahun 1971, John Deacon (Joseph Mazzello) masuk sebagai pemain bas. Mereka menampilkan single perdana mereka. Kemudian, karya itu menjadi lagu legendaris hingga saat ini, Keep Yourself Alive. Mereka mengubah nama band menjadi Queen. Freddie yang merasa terasing dengan budaya keluarganya mengubah nama belakangnya menjadi Mercury. Awal perjalanan band legendaris itu dimulai.

Bagi generasi 1980-an, Queen bukan hanya ‘musisi bagus.’ Mereka adalah legenda yang mendobrak pakem-pakem kaku industri musik pada masa itu. Lagu-lagu mereka bukanlah lagu rock biasa. Queen mencampurkan banyak genre pada albumnya yang membuat mereka memiliki ciri khas yang akan selalu dikenang. Lagu Bohemian Rhapsody adalah salah satunya. Campuran antara musik rock dengan musik opera, diisi dengan lirik lagu dengan referensi dari berbagai kebudayaan (ada kata bismillah dalam lagu ini), dan dieksekusi dengan manis oleh suara Freddie Mercury membuat lagu ini menjadi lagu yang masyhur yang terkenal hingga saat ini. Tidak mengherankan kalau film tentang Queen masuk box office dunia dengan mencatatkan pendapatan hingga lebih dari US$141 Juta di seluruh dunia.

​​​Akting Rami Malek, pemeran sang vokalis menjadi perhatian dalam film ini. Rami berhasil menghidupkan kembali karakter Freddie yang telah lama mati. Usahanya menirukan cara bicara, gestur tubuh, dan tingkah laku Freddie harus diapresiasi. Kerja tim tata rias film yang mendandani Malek juga patut diacungi jempol. Penampilan Malek ditransformasikan menjadi kembaran Freddie lengkap dengan gigi depan khasnya. Kerja keras Malek ditambah dengan tangan dingin tim tata rias film ini, berhasil menghadirkan sosok Freddie Mercury yang dirindukan oleh para penggemar Queen di seluruh dunia.

Sayangnya, di film ini ada adegan yang tidak sesuai dengan fakta sejarah dan beberapa lubang di dalam cerita. Namun, sebagai film komersil, Bohemian Rhapsody tidak punya kewajiban untuk selalu mengikuti fakta sejarah yang ada. Ada bumbu-bumbu drama yang harus ditambahkan agar jalannya cerita mengalir dengan lancar. Jika saja kita sejenak melupakan fakta sejarah yang ada, film ini sungguh menarik untuk dinikmati.

 

Sumber foto: ultimateclassicrock

Kamu suka dengan konten akutahu.com? Berikan dua jempol sebagai tanda kamu menyukai konten ini.

Beritahu cuan reaksi kamu setelah membaca konten ini.

like
1
funny
0
angry
0
sad
0
wow
1