Aruna (Dian Sastrowardoyo), seorang ahli wabah, memiliki lidah yang disfungsional. Ia tidak bisa merasakan rasa dengan benar. Makanan enak selalu terasa kurang enak di lidahnya. Hal ini sering dikomplain oleh sahabatnya, Bono (Nicholas Saputra) yang merupakan seorang koki. Bono pun mengajaknya berpetualang mencari inspirasi bagi resep baru dirinya, termasuk resep nasi goreng mbok, satu-satunya masakan yang bagi Aruna masih enak di lidahnya. Akan tetapi, seperti alasan jutaan eksekutif muda yang sedang mengejar karier, Aruna sibuk.

Suatu hari, kantor tempat Aruna bekerja, ingin Aruna menyelidiki wabah flu burung yang menyerang Surabaya, Pamekasan, dan Singkawang. Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Aruna untuk menyisipkan agenda tur kulinernya bersama Bono. Di kota pertama Surabaya, mantan rekan kerja Aruna, Farish (Oka Antara), secara tidak terduga ditugaskan oleh kantornya untuk menemani tugas penyelidikan Aruna. Kantor Aruna dan Kantor Farish sedang bekerja sama dalam proyek ini. Farish sendiri adalah mantan pekerja di kantor Aruna. Kedatangan Farish mengaktifkan kembali rasa yang pernah mati di hati Aruna.

Di sisi lain, Bono mengajak Nadezhda (Hannah Al Rashid), perempuan gebetannya untuk ikut serta dalam tur kuliner ini. Nad (panggilan Nadezhda) adalah seorang penulis terkenal yang tinggal di luar negeri yang sedang mencari inspirasi untuk buku barunya. Ikutnya Bono dan Nad dalam penyelidikan Aruna, membuat Farish kesal karena ia menilai Aruna tidak serius dalam proyek penyelidikan ini. Sebaliknya, Aruna merasa Farish menyembunyikan sesuatu darinya. Belum lagi hasil temuan Aruna dan Farish dengan data yang ada ternyata tidak cocok. Hal-hal ini yang membuat perjalanan ini tidak hanya sekadar ekspedisi kuliner atau investigasi wabah biasa.

Aruna & Lidahnya tidak hanya berhasil menjadi katalog kuliner enak berbentuk film, tetapi juga berhasil membuktikan kalau lewat makanan semua terhubung satu sama lain. Lewat rasa makanan, kita bisa tahu perasaan seseorang. Rasa tidak sensitif Aruna pada makanan mencerminkan ketidakpekaan Aruna terhadap lingkungannya. Konflik receh seperti rasa cemburu Aruna melihat keakraban Farish dan Nad tidak perlu terjadi kalau Aruna paham konteks kedekatan Farish dan Nad. Obrolan keempat tokoh juga mengalir dari makanan hingga filsafat. Segala dialog dibuat se orisinil mungkin sehingga humor-humor garing yang dikeluarkan oleh Bono bukanlah kesalahan penulisan skrip tapi untuk penggambaran karakter Bono yang inklusif dan ingin selalu memecah suasana dingin. Jika pun ada kekurangan, itu adalah masalah teknis yaitu dubbing karakter yang tidak pas dengan gerakan mulut para pemeran.

Akting keempat karakter sangat padu. Chemistry antara Nicholas Saputra dan Dian Sastro memang sesuai ekspektasi para penggemar mereka di film Ada Apa Dengan Cinta. Bono seperti tahu apa yang ingin dikatakan Aruna tanpa Aruna harus menyebutkannya terlebih dahulu. Dian Sastro menggunakan sudut pandang Breaking the Fourth Wall atau teknik dimana tokoh dalam film sadar akan keberadaan penonton. Teknik penceritaan ini seperti oase bagi perfilman Indonesia di tengah sudut pandang penceritaan yang itu-itu saja.

Hannah juga berhasil memerankan Nad, seorang perempuan independen yang liberal tapi selalu penasaran dengan budaya tradisional. Sementara itu, akting Oka cukup bisa mengimbangi akting rekan-rekannya walau penggambaran karakter Farish terbatas karena rahasia-rahasia yang ada pada dirinya. Mungkin ada banyak penggemar Dian Sastro yang kecewa dengan pemilihan Oka Antara sebagai Farish, bukannya Nicholas Saputra. Namun, bukan Dian dan Oka jika mereka hanya bisa berakting dengan lawan main yang itu-itu saja. Walau memang chemistry yang terbaik ada pada relasi Dian-Nicholas.

Bagi para penggemar kuliner yang sedang butuh rekomendasi kuliner enak di Surabaya dan Pontianak, film ini dapat dijadikan rujukan. Riset tentang makanan khas daerah dalam film ini digarap dengan baik. Saya sangat mengapresiasi pengangkatan lorjuk ke layar lebar. Bagi yang belum tahu apa itu lorjuk dan seberapa enak makanan ini, Aruna dan Lidahnya dapat menggambarkan lezatnya makanan ini dengan sangat menggugah selera.

Kamu suka dengan konten akutahu.com? Berikan dua jempol sebagai tanda kamu menyukai konten ini.

Beritahu cuan reaksi kamu setelah membaca konten ini.

like
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0