• A PHP Error was encountered

    Severity: Notice

    Message: Undefined variable: rss_hide

    Filename: partials/_social_media_links.php

    Line Number: 45

    Backtrace:

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/views/partials/_social_media_links.php
    Line: 45
    Function: _error_handler

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/views/partials/_header.php
    Line: 770
    Function: view

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/controllers/Home.php
    Line: 168
    Function: view

    File: /home/isnaenirikki/public_html/index.php
    Line: 315
    Function: require_once

Alasan Revolusi Industri 4.0 dianggap Sebagai Revolusioner di EraTeknologi Informasi

Saat ini dunia telah diguncangkan dengan revolusi industri 4.0. Revolusi Industri 4.0 adalah revolusi yang berbasis Cyber Physical System yang merupakan gabungan tiga aspek yaitu digital, fisik, dan biologi. Selain itu, era ini ditandai dengan munculnya kecerdasan buatan (artificial intelligence), mobile supercomputing, intelligent robot, self-driving cars, neuro-technological brain enhancements, era big data yang membutuhkan kemampuan cybersecurity, era pengembangan biotechnology dan manipulasi gen.

Setiap revolusi industri membawa manfaat dan tantangan terhadap status sosial ekonomi negara yang telah terlibat dalam perubahan tersebut. Contohnya, Inggris memimpin revolusi industri pertama dengan penemuan mesin uap komersial, yang menyebabkan banyak perkembangan industri lainnya. Di revolusi industri kedua  dengan penemuan telepon yang merevolusi dunia komunikasi. Dalam revolusi industri ketiga, Internet adalah faktor kunci dan berhasil karena termasuk sebagai infrastruktur publik  teknologi yang dapat diakses oleh seluruh masyarakat di dunia. Internet telah mengubah dunia  disegala bidang termasuk ekonomi.  Transformasi ini diharapkan dapat dilanjutkan dengan Internet of things (IoT) yang merupakan konsep revolusi industri 4.0. Konsep ini lebih menekankan konektivitas dalam ekonomi kolaboratif yang akan menggantikan sistem saat ini dengan IoT sebagai pengemudi utamanya. Kemajuan pesat yang berbasis IoT tersebut akan membuka jalan menuju dunia yang lebih kolaboratif.

Pada dasarnya, semua revolusi industri ini menghasilkan pertumbuhan  ekonomi, peningkatan produktivitas, dan kemajuan kesejahteraan di negara-negara yang berhasil menuai sebagian besar dampak positifnya, termasuk dari barang-barang berkualitas tinggi dan layanan. Namun, pendistribusian kekayaan yang diperoleh dalam negara maju yang memimpin revolusi industri dianggap tidak adil karena tentu saja tidak merata di tingkat global, dimana ketimpangan telah menjadi salah satu tantangan utama bersama dengan masalah keberlanjutan lainnya. Menipisnya sumber daya alam di bumi dan lingkungan menciptakan tantangan global epik. Konsep seperti keberlanjutan dan inovasi sosial telah muncul dan telah menarik perhatian global sebagai resolusi potensial.

Dalam Revolusi Industri 4.0, produksi cerdas, dan keterampilan karyawan diidentifikasi sebagai prioritas tertinggi. Schmitt (2015) mengkonfirmasi beberapa alasan mengapa Industri 4.0 itu penting dan dianggap sebagai revolusioner di era teknologi informasi dan operasi pasar terbuka. Pertama, Industri 4.0 mengurangi beban tantangan saat ini untuk membuat perusahaan lebih fleksibel dan responsif terhadap tren bisnis. Diantara tantangan-tantangan ini adalah meningkatkan pasar volatilitas, siklus hidup produk lebih pendek, produk lebih tinggi kompleksitas, dan terjalin rantai pasokan global.

Kedua, Revolusi Industry 4.0 memungkinkan transformasi ekonomi modern menjadi lebih inovatif dan karenanya dapat meningkatkan produktivitas. Hal tersebut diharapkan perusahaan yang menggunakan teknologi modern seperti rantai digital, sistem kecerdasan buatan (artificial intelligence), dan mobile supercomputing dapat menginisiasi dan mengembangkan inovasi tersebut misalnya seperti model bisnis baru yang diimplementasikan lebih cepat dan sebagainya.

Ketiga, Revolusi Industry 4.0 menyoroti peran konsumen sebagai co-produser dan menempatkan mereka di pusat semua kegiatan. Kustomisasi produk adalah aktivitas paling penting dalam rantai produksi, dan digitalisasi akan memfasilitasi pemusatan yang pada gilirannya akan mengarah pada proses desain yang lebih cepat. Revolusi Industri 4.0 menempatkan manusia di pusat produksi. Pekerja akan ditugaskan pada tuntutan yang lebih tinggi dalam angkatan kerja untuk keterampilan dalam mengelola proyek yang kompleks, tentu saja hal ini akan terkait dengan energi, sumber daya, lingkungan, dan sosial yang sudah pasti akan berdampak pada ekonomi.

 

Sumber :

Schmitt, K. 2017. Top 5 Reasons Why Industry 4.0 Is Real And Important. Digitalist Magazine, October 15, 2013. Accessed July 26, 2017:

Vermesan, O., Friess, P., Guillemin, P., & Sundmaeker, H. 2014. Internet of Things Strategic Research and Innovation Agenda. In O. Vermesan & P. Friess (Eds.), Internet of Things Applications – From Research and Innovation to Market Deployment: 7–142. Gistrup, Denmark: Rivers Publishers.

gambar : liputan6.com