Wall of Fades: Melihat Potensi Denim Indonesia yang Mendunia

Siapa tidak kenal celana jeans? Hampir mustahil menemukan pusat perbelanjaan tanpa orang bercelana jeans didalamnya. Celana ini adalah salah satu dari produk berbahan dasar denim, kain yang terbuat dari katun twill. Bagi para penggemar denim, acara Wall of Fades wajib dikunjungi.

Wall of Fades adalah acara tahunan yang digagas oleh Darahku Biru, majalah daring yang khusus membahas denim, dan Indonesian Denim Group (Indigo), kelompok pecinta Denim Indonesia. Acara ini juga bekerja sama dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). Dapat dikatakan kalau acara ini adalah pameran produk denim terbesar di Indonesia. Acara ini berlangsung dari  29 November hingga 2 Desember 2018 di lantai 2,3 dan 4 Kuningan City, Jakarta.

Dalam acara ini, pengunjung dapat melihat berbagai produk denim terbaik dari berbagai penjuru Indonesia. Salah satunya dari Oldblue Co.. Old Blue Co. adalah produsen Denim asal Jakarta yang hasil karyanya telah dijajakan di tujuh negara. Salah satu keunggulan dari produk mereka adalah proses pembuatan denim yang masih menggunakan teknologi abad 18. Satu setel celana jeans mereka dibanderol dari 1.8 hingga 3.25 Juta Rupiah Menurut Marketing dari Oldblue Co., Randy Wilmar, Hal yang mereka kedepankan adalah alasan sentimental dari para pecinta Jeans akan nuansa klasik saat memakai produk mereka. Mereka tidak ragu merogoh kocek yang dalam untuk produk mereka.

Potensi Industri Fashion di Indonesia dinilai sangat menjanjikan. Menurut Deputi Fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual dan Regulasi Bekraf, Ari Juliano, industri Fashion adalah salah satu subsektor yang kontribusinya tertinggi kedua yaitu 18% dari 922 Triliun  terhadap PDB Indonesia pada tahun 2017. Lebih lanjut lagi, Bekraf juga meluncurkan program satu pintu. Satu Pintu adalah program yang menerima proposal bisnis untuk pelaku-pelaku usaha yang membutuhkan bantuan Bekraf.

Selama ini Bekraf telah membantu Industri denim Indonesia dengan membawa dua pelaku industri denim Indonesia ke pameran denim internasional di Washington, Amerika Serikat. Disana, animo orang luar terhadap industri denim Indonesia sangat baik. Pelaku industri asing mulai menjalin kontak dengan pelaku industri Indonesia dan bekerja sama dalam memproduksi dan memasarkan denim Indonesia ke pangsa pasar internasional.

Foto: Raihan Sujatmiko

Kamu suka dengan konten akutahu.com? Berikan dua jempol sebagai tanda kamu menyukai konten ini.

Beritahu cuan reaksi kamu setelah membaca konten ini.

like
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0