Ingin Kesehatan Mental Tetap Terjaga Selama Pandemi? Ini Tipsnya!

Sebuah benda yang kasat mata namun mengancam kehidupan manusia mengejutkan kita akhir-akhir ini. Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus corona yang bermutasi menyebabkan gangguan pernapasan hingga kematian menyebar ke seluruh dunia.

Melansir situs Worldmeters.info jumlah kasus positif COVID-19 dunia per tanggal 12 Agustus 2020 pukul 11.15 WIB telah mencapai 20 juta. Indonesia berada pada urutan 23 dengan jumlah kasus positif COVID-19 mencapai 128.776, angka ini melebihi negara asal virus yakni Tiongkok. 

COVID-19 tak hanya menyebabkan kematian tapi juga gangguan kesehatan mental. Penelitian yang dilakukan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia pada bulan Mei 2020 menunjukan bahwa 82% dari 182 mengalami gejala stres atau trauma psikologis karena mengalami tindakan yang tidak menyenangkan terkait COVID-19. Sementara menurut penelitian Save The Children pada tahun 2020, sebanyak 72% anak mengalami kebosanan, 19% sulit berkonsentrasi, dan 10% mengalami stres. 

Padahal kesehatan mental dan fisik saling berkaitan. Gangguan kesehatan mental bisa mengakibatkan gangguan fisik, begitu sebaliknya, gangguan kesehatan fisik akan mempengaruhi kesehatan mental. Menurut profesor psikiater klinis dari New York University's Langone School of Medicine Charles Goostein, MD, otak manusia berhubungan dengan sistem endokrin yang bekerja melepaskan hormon. Hormon ini yang berpengaruh pada kesehatan mental manusia. Pikiran dan perasaan dapat mempengaruhi hormon yang dilepaskan dari sistem endokrin yang kemudian akan mempengaruhi sistem kerja organ tubuh.

"Seringkali pasien yang datang ke dokter dengan keluhan pusing, letih dan gangguan di perut ternyata penyebabnya adalah depresi, walau si pasien tidak secara terang-terangan merasa mengalami depresi," ujar Goodstein. 

Lalu, apa yang bisa kita lakukan agar kesehatan mental kita tetap terjaga selama pandemi? Berikut tipsnya.

Tetap Beraktivitas Rutin

Tetaplah beraktivitas rutin seperti biasanya. Buat jadwal kegiatan rutin yang bisa dilakukan setiap hari. Apabila aktivitas untuk mengatasi stres sudah "tumpul", silakan coba aktivitas baru yang menyenangkan seperti berolahraga, berkebun, menggambar, menyanyi, dan lain sebagainya. Tentunya tetap mengikuti protokol kesehatan ya!

Apresiasi Diri Sendiri

Catat hal-hal kecil yang masih bisa dilakukan. Jika bisa mencapainya, apresiasi diri atas hal itu. Jangan membuat perbandingan diri terhadap orang lain dan cobalah kenali diri sendiri. Cara tersebut dapat membuat seseorang selalu berpikir positif dan memandang  segala sesuatu yang terjadi di dalam hidup ini adalah suatu proses alamiah yang selalu ada hikmahnya. 

Santai Saja Tapi Pasti

Setiap orang memiliki fase dan kekuatannya sendiri-sendiri. Jangan samakan diri kamu dengan orang lain, apalagi memaksakan diri sendiri untuk mencapai keinginan yang bukan kemampuanmu. Boleh tetap mencobanya, tapi lakukan dengan perlahan. Hidup ini bukan adu perlombaan, nikmati prosesnya kamu pasti akan sampai tujuan. 

Jika kamu butuh bantuan, jangan sungkan untuk menghubungi keluarga atau teman. Berkonsultasilah juga dengan psikiater jika ada masalah pada kesehatan mental kamu untuk mendapatkan pertolongan dan pengobatan yang tepat. Dengan cara seperti itu, kamu pasti akan memiliki badan yang sehat selama masa pandemi. 

Penulis : Sabar Yonathan Reynaldo S, Editor  : Yusnaeni