Beri Anak Nutrisi Cukup, Cegah Stunting di Masa Mendatang

Stunting masih menjadi permasalahan sosial yang terjadi di Indonesia. Sekitar 27,67 persen atau satu dari empat anak di bawah usia lima tahun tidak tumbuh ideal. Asupan nutrisi bagi anak dalam lima tahun pertama masa pertumbuhan berdampak pada potensi di masa mendatang.

Data dari WHO menunjukkan, stunting masih menjadi masalah yang paling dijumpai. Stunting tidak terjadi tiba-tiba, umumnya didahului akibat hambatan pertumbuhan. Penyebab paling sering di antaranya karena kualitas makanan yang kurang baik, ketidak cukupan energi dan protein serta penyakit yang akut atau kronis.

Stunting dapat dicegah dengan pemberian nutrisi dan pemantauan pertumbuhan yang optimal. Asupan nutrisi yang tepat pada anak mesti menjadi prioritas utama para orang tua agar anak tumbuh maksimal. Sebab, enam puluh persen tinggi badan orang dewasa dicapai pada usia lima tahun.

“Tanpa nutrisi yang tepat, pertumbuhan pada anak menjadi kurang baik bahkan terhambat. Dapat juga menyebabkan penyakit dan masalah perkembangan kognitif yang memiliki konsekuensi serius di kemudian hari bagi anak-anak,” kata Dokter Spesialis Anak bidang Nutrisi dan Metabolik Conny Tanjung pada Abott Media Briefing, Kamis, (27/8/2020).

Berdasarkan studi meta analisis, nutrisi yang paling berpengaruh dalam membantu pertumbuhan anak adalah protein. Protein paling baik yakni protein hewani karena mudah dicerna dan mengandung asam amino yang lengkap. Protein hewani dapat berupa ayam, sapi, ikan, telur, dan susu. Selain nutrisi, pertumbuhan pada anak juga dipengaruhi oleh faktor gen dan hormon.

“Untuk mendukung tumbuh kembang secara keseluruhan, anak membutuhkan nutrisi yang lengkap dan seimbang. Mulai dari protein, karbohidrat, lemak serta kalsium, zat besi, vitamin A dan C, semuanya dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan optimal anak,” tambah Abbott Medical Director Dr. Jose Redolfo Dimaano.

Potensi anak di masa mendatang dapat dipengaruhi pada proses pertumbuhan di masa kecil. Usia lima tahun pertama dianggap sebagai masa pertumbuhan kritis bagi setiap anak. Jika tidak ditangani, anak beresiko tidak mencapai potensi pertumbuhan optimal, serta membawa efek jangka panjang pada kesehatan, performa di sekolah, dan di dunia kerja di masa depan.

“Itulah mengapa penting untuk menyadari bahwa nutrisi berperan besar dalam pertumbuhan anak dalam lima tahun pertama usianya. Berbeda dengan persepsi umum, kontribusi genetika pada pertumbuhan tinggi badan sejak bayi hingga anak usia dini justru relatif kecil, sebaliknya nutrisi bersama dengan faktor lingkungan seperti kebersihan dan olah raga adalah kuncinya.” tutup Dr. Jose Redolfo Dimaano. (ARF)