
Memiliki bentuk bulat kecil dan aroma yang khas serta rasa tajam dan rasa getir di lidah. Buah Andaliman sebagai bumbu masakan khas Batak menjadikan makanan memiliki rasa yang khas bagi masyarakat sekitar. Tentu merica Batak yang satu ini memiliki banyak manfaat untuk kesehatan karena mengandung vitamin C dan E serta senyawa-senyawa terpenoid yang cukup tinggi.
Andaliman merupakan jenis tanaman rempah khas Sumatera Utara yang banyak dijumpai di daerah Kabupaten Toba Samosir. Hampir 90 persen penduduk Desa Borbor, Balige dan Silaen menanam Andaliman. Tanaman ini tumbuh pada ketinggian 1.200-1.500 m dpl. Tanaman Andaliman memiliki buah yang berbentuk bulat kecil, berwarna hijau, tetapi akan berubah warna menjadi kehitaman jika sudah kering.
Tanaman Andaliman memasuki masa panen di usia tanam 1.5 tahun. Jika tidak terganggu oleh cuaca, satu batang Andaliman bisa menghasilkan 5-7 Kg. Masa hidup tumbuhan ini bisa mencapai 10-15 tahun, cukup lama untuk sebuah tumbuhan yang menghasilkan keuntungan.
Buah Andaliman yang dikenal dengan nama lokal andaliman (Toba) atau sinyar-sinyar (Angkola) digunakan sebagai bumbu masakan khas Batak seperti tanggo-tanggo, manuk napinadar, arsik, dan saksang. Buah Andaliman (Merica Batak) sebagai bumbu yang tak tergantikan atau bisa disebut juga sebagai bumbu utama bagi masyarakat setempat.

Sumber : Dokumen Pemerintahan Kabupaten Toba Samosir, 2011
Buah Andaliman memiliki aroma minyak atsiri yang khas dengan rasa tajam dan rasa getir di lidah serta hangat sehingga menimbulkan sensasi kelu atau mati rasa di lidah, meskipun tidak sepedas cabai atau lada. Rasa kelu di lidah ini disebabkan adanya kandungan hydroxy-alpha-sanshool pada rempah Andaliman (Merica Batak) ini. Reaksi kelu yang muncul dilidah sangat khas membuat penikmat Andaliman itu sendiri merasa ketagihan untuk mencicipinya berulang -ulang.
Pohon Andaliman berupa perdu yang cukup rimbun. Batang pohonnya penuh duri runcing berwarna marun. Ujung batang runcing ini menyembunyikan pucuk-pucuk muda buah Andaliman. Buahnya sendiri tumbuh dari batang. Andaliman sangat mirip dengan lada. Kemiripannya itulah yang jadi alasan kenapa Andaliman kerap disebut sebagai merica batak.
Sumber :
Kristanty, R. E. and Suriawati, J. (2015). The Indonesian Zanthoxylum acanthopodium DC. : Chemical And Biological Values. International Journal of PharmTech Research. Vol. 8 : 313-316.
Sembiring M. (2017). Perlindungan Hukum Terhadap Andaliman (Merica Batak) Sebagai Indikasi Geografis Di Kabupaten Toba Samosir. jurnal masalah-masalah hukum. No.46 : 318-327.
Siregar, B. L. (2013). The Germanion A Dormancy Breaking of Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC.) Seed. Jurnal Argon Indonesia. Vol. 3 : 249-254.