Hari Film Nasional ke-69, Kilas Balik Dunia Perfilman di Indonesia

Jakarta - Hari Film Nasional diperingati insan perfilman Indonesia setiap 30 Maret. Dunia perfilman Indonesia lahir tepatnya tanggal 30 Maret 1950, hari pertama pengambilan gambar film Darah & Doa atau Long March of Siliwangi yang disutradarai oleh Usmar Ismail. Film itu dinilai sebagai film lokal pertama yang bercirikan Indonesia.

Selain itu film ini juga merupakan film pertama yang benar-benar disutradarai oleh orang Indonesia asli dan juga diproduksi oleh perusahaan film milik orang Indonesia asli yang bernama Perfini (Perusahaan Film Nasional Indonesia), Usmar Ismail tercatat juga sebagai pendirinya.

Tak terasa, Hari Film Nasional telah berusia 69 tahun. Di tahun ini, kembali diperingati dengan meriah di Gedung Usmar Ismail, Jakarta, Sabtu (30/3/2019).

Di tahun ini, acaranya akan semakin besar dan bervariasi. Salah satunya, kehadiran beberapa artis senior ternama di Indonesia. Rencananya Roy Marten dan Christine Hakim disebut-sebut akan menghadiri Hari Film Nasional ke-69.

Saat memasuki Gedung Usmar Ismail, pengunjung seolah menembus ruang waktu yang berbeda. Beberapa poster film lama, termasuk Romi dan Yuli (1974) dan Doea Tandamata (1985).

Bahkan, alat-alat yang digunakan di masa lalu pun juga dipamerkan. Lampu Sorot Tilley Hendon, dibawa ke Indonesia oleh sutradara Bert Haanstra. Ada juga proyektor yang dibuat Kodak tahun 1933. 

Selain itu, ada seminar yang akan diadakan, dengan pembicara dari pakar dunia perfilman Indonesia. Sedikit bocoran, perubahan dunia perfilman Indonesia juga akan dibahas di acara ini, membuat penggemar film makin kaya pengetahuan.