Wulan Tilaar: Jadi Penerus Bisnis Raksasa Tak Selamanya Indah

Jakarta - Meneruskan bisnis keluarga, seolah menjadi impian bagi beberapa orang. Padahal, banyak sekali tantangannya. Begitu yang dirasakan Wulan Tilaar, putri Martha Tilaar, pemilik salah satu perusahaan besar kosmetika di Indonesia.

Dalam acara Young On Top yang berlangsung di Balai Kartini, Sabtu (6/4/2019), Wulan Tilaar mengungkapkan ceritanya dalam mempertahankan bisnis keluarga. Salah satunya, mengenai ekspektasi.

Martha Tilaar Group dimulai dari salon kecantikan kecil yang didirikan oleh DR. (H.C.) Martha Tilaar di garasi berukuran 4x6 meter pada tahun 1970. Pada tahun 1986, Perusahaan mendirikan pabrik modern kedua di Jl. Pulo Kambing, Kawasan Industri Pulogadung. Saat ini, perusahaan tersebut terus berkembang di Indonesia, menjadi brand lokal yang go international.

"Ibu saya itu punya ekspektasi yang besar, termasuk juga orang-orang di luar" sebut Wulan di Young On Top.

Menjabat sebagai Vicechairwoman PT Martha Tilaar, dia mengaku awalnya sempat pusing dengan itu semua. Bahkan, dia juga terseok-seok dengan pekerjaannya selama 2 hingga 3 tahun. Agar bisa bertahan, dia akhirnya menerima itu semua dan menjadi diri sendiri.

"I have to accept and learn it" ujarnya. Sejak saat itu, segala usahanya tampak mudah. 

Sementara itu, Bani Mulia, Direktur PT Samudera Indonesia juga mengalami hal yang serupa dengan wulan. "Saya bahkan sempat stress saat itu akibat banyaknya ekspektasi" kenang Bani.

Bani mengaku sempat diremehkan senior seniornya. Namun, dia berhasil membalikkan anggapan seniornya dengan membuat perubahan yang lebih baik.

"Saya akhirnya belajar, terus belajar, lalu saya membuat sesuatu yang lebih baik lagi dari yang lama" terang Bani.

Reporter: Andi Wirapratama