Waspadalah, Kenali Tanda-Tanda Terobsesi pada Pasangan

Jakarta - Bagi para pasangan baru, setiap yang dilakukan kepada pasangannya semua atas nama cinta. Mulai dari memberikan hadiah, kencan, bahkan mengekang pacarnya, semua dipercaya atas alasan rasa sayang. Permasalahannya apakah benar semua itu karena cinta?

Cinta bukan hanya satu-satunya motivasi manusia untuk menjalin hubungan. Seperti dilansir dari rilis.co pada Rabu (13/03/2019), obsesi juga dapat menjadi alasan seseorang dalam sebuah hubungan. Sebuah hubungan yang dilandasi dengan obsesi seseorang terhadap pasangannya memiliki dampak buruk secara psikologis bahkan bisa berujung hingga kekerasan fisik. Apa saja tanda-tanda hubungan yang dilandaskan pada obsesi?

Pertama, obsesi mengekang bukan memberi ruang. Orang yang terobsesi dengan pasangannya cenderung merasa tidak aman jika pasangannya tidak bersamanya. Pikirannya dipenuhi asumsi yang tidak berdasar. Hubungan yang dilandaskan cinta selalu memberi ruang agar pasangannya dapat merasakan kebebasan dalam berhubungan dengan orang lain tanpa mengurangi rasa kepemilikan pada masing-masing individu.

Kedua, obsesi tidak memberikan ruang privasi pada individu. Dalam hubungan, sekat pribadi sangatlah penting. Tidak setiap kegiatan yang dilakukan butuh persetujuan pasangan. Ketika hubungan benar-benar atas nama cinta, privasi seseorang pasti tidak akan dilanggar.

Ketiga, ketika pengorbanan orang yang terobsesi selalu satu pihak. Pasangan yang saling mencintai selalu berkorban satu sama lain. Akan tetapi kedua pihak saling tahu kalau mereka saling memberi. Jika hanya satu pihak saja yang memberi, patut dicurigai kalau itu obsesi.

Jika mengalami salah satu dari ketiga hal diatas, patut dicurigai apakah hubungan kalian benar-benar dilandaskan cinta? Apabila hubungan tersebut hanya untuk status palsu atau terlalu berlebihan pada pasangan, tentu akan membawa pengaruh buruk. Jika hubungan romansanya sudah membawa pengaruh buruk, mungkin menyudahi hubungan dapat menjadi opsi yang tepat untuk diambil.