Waspada Obesitas, Anak Gemuk Belum Tentu Sehat

Jakarta - Obesitas dan diabetes selalu menjadi momok bagi para orangtua. Obesitas selalu menjadi pintu dari berbagai macam penyakit mematikan seperti jantung dan diabetes.

Hal itu akibat pola pikir kebanyakan masyarakat Indonesia, merasa bangga bila memiliki bayi yang bertubuh gemuk atau gendut, karena dianggap sangat sehat, lucu dan menggemaskan. Padahal, kondisi kelebihan berat badan baik overweight maupun obese berarti terjadi penumpukan lemak sehingga memiliki risiko penyakit tidak menular (PTM).

Perlu adanya perubahan pemahaman di masyarakat bahwa anak yang gemuk belum tentu sehat. Dahulu masyarakat bangga punya anak gemuk, pipinya montok. Tapi saat anaknya sudah besar malu ingin kurus, tapi susah, 

Masalah ini telah menjadi masalah kesehatan masyarakat Indonesia. Menanggapi masalah itu, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia  (FKUI) mengadakan seminar untuk awam dan media berjudul "Masalah Obesitas dan Diabetes" di Gedung Imeri FKUI, Jakarta, baru-baru ini. 

Dr. Aman Pulungan menyampaikan pada tahun 2030 populasi besar anak Indonesia akan menderita penyakit mematikan yang tidak menular. Salah satu faktor dari penyakit-penyakit ini adalah obesitas. 

Di Indonesia, jumlah anak obesitas terus meningkat. Bagi Aman ini tidak bisa dibiarkan. 

"Orangtua harus berani mengatakan anak obesitas adalah anak yang sakit" terang Aman. 

Aman berharap media dan politisi harus berani mengatakan kebenaran mengenai masalah obesitas. Aman memberikan contoh anggota dewan di Inggris 

"Di Inggris, anggota dewannya berani untuk mengatakan kalau generasi saat ini adalah generasi dimana anak-anak akan meninggal lebih cepat dibandingkan orangtuanya" kata Aman menerangkan.

 

Reporter: Raihan Sujatmoko

Foto: Journal Science