Untuk Melindungi Kepentingan Konsumen, Harmonisasi Kode Etik Fintech Dibentuk

Jakarta - Dalam menjalankan bisnisnya, perusahaan teknologi finansial harus mengedepankan keamanan dan kenyamanan konsumen. Akan tetapi, kebocoran data dan pemanfaatan yang tidak bertanggung jawab menjadi momok bagi masyarakat. Itulah yang menjadi salah satu bahan diskusi pada Indonesia Fintech Summit 2019 di Jakarta Convention Center Jakarta pada Selasa (24/09).

Dalam forum ini, terjadi penandatangan nota kesepahaman antara Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH), Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI), dan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) untuk melakukan harmonisasi kode etik.

Menurut Managing Director AFTECH Mercy Simorangkir, AFTECH telah melakukan code of conduct atau kode etik untuk memastikan perlindungan terhadap konsumen. Perlindungan ini dimaksudkan agar ada konsumen teknologi finansial mendapatkan pelayanan yang terbaik tanpa bermaksud untuk mengurangi aroma kompetisi antar perusahaan.

Dengan adanya harmonisasi kode etik, diharapkan tidak hanya berdampak positif untuk konsumen. Diharapkan para pemilik bisnis teknologi finansial juga diuntungkan dengan kejelasan dari kode etik antar asosiasi.

"Kami memastikan tidak ada code of conduct yang tidak saling tumpang-tindih" Terang Adrian Gunadi, Kepala AFPI.

Selain itu menurut Adrian telah ada komite etik di masing masing asosiasi. Komite etik ini berfungsi untuk mengawasi pelanggan yang dilakukan oleh fintech. Bagi yang melakukan pelanggaran paling berat adalah dicabut keanggotaannya dari asosiasi.