• A PHP Error was encountered

    Severity: Notice

    Message: Undefined variable: rss_hide

    Filename: partials/_social_media_links.php

    Line Number: 45

    Backtrace:

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/views/partials/_social_media_links.php
    Line: 45
    Function: _error_handler

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/views/partials/_header.php
    Line: 770
    Function: view

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/controllers/Home.php
    Line: 168
    Function: view

    File: /home/isnaenirikki/public_html/index.php
    Line: 315
    Function: require_once

Tukar Pakai Rumah, Aturan Khas Suku Baduy

Banten telah diresmikan menjadi provinsi pada tahun 2000, daerah yang berada di ujung barat pulau jawa ini adalah pemekaran dari provinsi Jawa Barat. Walaupun provinsi Banten Baru dianggap masih dini, yaitu berumur 18 tahun, bukan berarti provinsi ini tidak memiliki adat dan kebudayaan khas.

Suku asli masyarakat Banten adalah suku Baduy, atau sering di sebut juga dengan sebutan Urang Kanekes. Masyarakat suku Baduy yang terdapat di daerah Banten ini, hingga kini masih selalu terus menjaga, dan memelihara adat serta budaya yang mereka banggakan. Salah satu adat kebudayaan yang mereka banggakan adalah, Rumah adat Sulah Nyanda.

Rumah adat adalah bangunan hunian tradisional masyarakat suatu suku atau masyarakat daerah tertentu dengan ciri khas dan keunikan yang berbeda-beda. Representasi kebudayaan khas tertinggi, dalam suatu suku bangsa daerah tertentu yang mereka junjung tinggi salah satu nya yaitu adat budaya dalam bentuk rumah adat. Rumah adat yang di wariskan secara turun temurun ini, hingga kini masih mereka lestarikan. Rumah adat Sulah Nyanda salah satunya.

Rumah adat Sulah Nyanda dibagi dalam 3 ruangan yaitu bagian sosoro (depan), tepas (tengah) dan ipah (belakang). Masing-masing ruangan berfungsi sesuai dengan rencana pembuatan. Pada bagian depan rumah atau yang biasa disebut sosoro berfungsi sebagai ruang penerima tamu. Hal ini dikarenakan tamu tidak diperkenankan masuk ke dalam rumah. Fungsi lainnya digunakan sebagai tempat bersantai dan menenun bagi kaum perempuan. Bagian depan ini berbentuk melebar ke samping dengan lubang di bagian lantainya.

Suku baduy suka melakukan adat tukar pakai rumah dalam jangka waktu tertentu, dan ini membuktikan bahwa tidak ada perbedaan status sosial yang berarti di kalangan masyarakat suku baduy. Barang atau benda pun dilakukan dengan pertukaran, bukan Barter. Jika barter kita masih melihat nilai, harus seimbang nilainya. Tetapi kalau di kalangan Baduy dalam khususnya, dilakukan pertukaran biasa. Benda dengan benda tanpa melihat nilai masing-masing,

Setiap pemukiman bagian luar mempunyai pemimpin sendiri, disebut jaro. Seluruh organisasi ini disebut “masyarakat tiga tangtu dan tujuh jaro”. Dengan semakin banyak penduduk, ada juga orang Baduy yang kini tingal di luar tata susun resmi, yaitu di pemukiman-pemukiman tambahan yang disebut panamping atau pun jaroan

Rumah bernama Sulah Nyanda ini bukan hanya berfungsi sebagai desain rumah tinggal. Lebih dari itu, masyarakat suku Baduy Banten menganggapnya sebagai ciri khas dari kepribadian dan jati dirinya.

Sumber Foto : kompasiana.com