• A PHP Error was encountered

    Severity: Notice

    Message: Undefined variable: rss_hide

    Filename: partials/_social_media_links.php

    Line Number: 45

    Backtrace:

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/views/partials/_social_media_links.php
    Line: 45
    Function: _error_handler

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/views/partials/_header.php
    Line: 770
    Function: view

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/controllers/Home.php
    Line: 164
    Function: view

    File: /home/isnaenirikki/public_html/index.php
    Line: 315
    Function: require_once

Transformasi Tiongkok, Negara Para Pebisnis Top Global

Tak disangka, transformasi besar Tiongkok selama dua dekade terakhir telah mengejutkan banyak pihak, terutama Negara Adidaya, Amerika Serikat. Pasalnya, Tiongkok di era 1990-an tidak seperti sekarang.

Pertumbuhan PDB (Produk Domestik Bruto), total nilai produksi barang dan jasa di dalam suatu negara selama satu tahun, China terus berkembang pesat. Kemunculan pebisnis-pebisnis tangguh disinyalir menjadi kunci pertumbuhan perekonomian negara tirai bambu tersebut.

Alibaba, perusahaan milik Jack Ma, menjadi bisnis e-commerce (toko online) China pertama yang melantai ke bursa New York Stock Exchange dengan nilai IPO (intial Public Offering) sebesar $25 miliar (Rp330 triliun) pada September 2014 lalu. Angka inilah yang mengantarkan Alibaba menjadi perusahaan teknologi terbesar keempat di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar dan Jack Ma sebagai orang terkaya di China dengan nilai kekayaan mencapai $27 miliar (360 triliun). Inovasi milik Alibaba, seperti Alipay, Tmall, dan Taobao turut mendukung kesuksesan perusahaan raksasa teknologi ini dan mampu bersaing dengan eBay dan Amazon, perusahaan serupa asal Amerika Serikat.

Beranjak dari bisnis e-commerce ke bisnis handphone, Xiaomi mungkin tidak terdengar asing karena merek ini telah membanjiri pasar handphone dunia. Perusahaan milik Lei Jun itu terkenal dengan produk berharga murah. Tujuannya adalah untuk mengamankan pemasukan yang lebih besar dari penjualan perangkat lunak (software), layanan servis, iklan, dan aksesoris. Selain itu, model penjualan langsung (direct sales) atau pre-order juga menghemat pengeluaran perusahaan untuk biaya iklan dan distribusi. Berkat inovasi dan kegigihan, Xiaomi mampu mendapatkan nilai valuasi sebesar $10 miliar (Rp133 triliun) pada 2013.

Sederet pebisnis-pebisnis China lainnya melakukan hal serupa untuk menguatkan pondasi perekonomian bangsa mereka. Peran pemerintah juga turut aktif dengan mengalokasikan pengeluaran untuk R&D (Research and Development) menjadi 2,5% dari PDB. Universitas-universitas di China juga terhubung dengan perusahaan-perusahaan China yang memungkinkan mendalami riset. Selain itu, bergabungnya China dalam WTO di akhir 2001 menjadi sebab awal persaingan perusahaan lokal China di kancah global. Buah hasil reformasi ekonomi China ala Deng Xiaoping dan keberlanjutan ala Xi Jinping mengubah kondisi perekonomian negeri tirai bambu menjadi kedua terbesar di dunia.

Keterikatan antara fungsi pemerintah China, universitas, dan perusahaan mampu menjadikan China sebagai negara mampu menyaingi Amerika Serikat di masa mendatang.

Kalau Indonesia, kapan? Yuk, terus berinovasi dan belajar!

 

Sumber : wsj.com, bloomberg.com, forbes.com, businessweek.com, techinasia.com, techhive.com.  

Sumber gambar :  internetofbusiness.com, nsf.gov, boredpanda.com.

Kamu suka dengan konten akutahu.com? Berikan dua jempol sebagai tanda kamu menyukai konten ini.

Beritahu cuan reaksi kamu setelah membaca konten ini.

like
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0