Tips Membuat Film dari Sutradara Level Internasional

Tangerang Selatan, 13 Februari 2019 -  Indonesia sudah bukan lagi sekadar negara penikmat film. Industri film Indonesia telah berkembang sampai sebuah titik dimana film produksi Indonesia telah memenangi penghargaan festival film Internasional. Pada Acara peluncuran lunak dari Creative Nest, sebuah tempat kerja bersama, sutradara Roni "Onet" Ernawan memberikan materinya di kantor Creative Nest di The Breeze, BSD City, Tangerang Selatan.

Menurut Onet, kesempatan film indonesia di ajang internasional sangat besar.

"banyak hal yang bisa diangkat (untuk dijadikan skenario film) di Indonesia yang tidak ada di Eropa" kata Onet.

Indonesia menjadi gudang Inspirasi yang baik karena ada banyak fenomena yang cuma ada di Indonesia.

Onet mencontohkan pada film keduanya yang menjadi nominasi di sebuah festival film di Prancis yang berjudul Iman. Film ini mengeksplorasi fenomena khusyuk saat salat pada masyarakat Muslim di Indonesia. Ide film ini diambil dari kebiasaan sang sutradara yang sering pecah fokus saat beribadah. Orang Prancis tidak banyak melihat fenomena orang salat yang perhatiannya terdistraksi oleh misalnya kumbang lewat di sajadahnya sesuai dengan adegan pada film tersebut. Disinilah poin orisinil yang ada pada film Indonesia.

Tidak hanya memberikan tips teknik membuat film,  Onet juga menceritakan pengalamannya saat menjadi wakil Indonesia di Festival Film Cannes, salah satu festival film bergengsi di dunia. Ia sedih karena booth film Indonesia berada di tempat yang terpisah dari negara lain. Itupun dipesan oleh salah satu rumah produksi swasta yang miris karena tidak ada booth untuk film Indonesia.

"Gue sedih banget pas ngeliat booth film Sri Lanka dan Iran gede banget. Iran aja ngirim 75 film. Indonesia cuma 4" kata Onet dengan miris.

Sekalipun begitu Onet tidak patah arang dan merasa kalau membuat film adalah hobinya. Sebuah kegiatan yang memberikan kesenangan pada dirinya.

Onet berpesan pada sutradara muda untuk banyak membaca agar bisa membuat film bagus. Baca apapun dari bahan bacaan ringan hingga yang berat.

Reporter: M. Raihan Sujatmoko