Tips dan Trik Sukses Belajar di Luar Negeri Ala Universitas Ternama Diluar Negeri

Jakarta - Mahasiswa dihadapkan pada berbagai tantangan yang sudah menanti di depan mereka. Ketika mereka lulus, mereka harus siap menghadapi dunia kerja atau membuka lapangan pekerjaan baru. Untuk menghadapi tantangan tersebut, lulusan-lulusan kampus luar negeri ternama memberikan tips dan trik menghadapi perkembangan zaman. Mereka adalah CEO Kitongbisa, Gracia Billy Mambrasar (lulusan University of Oxford), CEO Raiz Invest Indonesia, Melinda Wiria, (lulusan Stanford University), dan CEO Populix, Dr. Timothy Astandu (Lulusan University of Cambridge).

Ketiga pembicara ini dikumpulkan pada seminar "Kiat Sukses Menjadi Mahasiswa: Tips dari Lulusan Universitas Top Universitas" yang diselenggarakan oleh Media Akutahu bekerja sama dengan Universitas Bakrie di Universitas Bakrie, Jakarta pada Senin (29/04).

Ketika ditanya soal tips sukses belajar diluar negeri, Melinda berpesan pada mahasiswa yang ingin kuliah diluar negeri agar jangan kuper (kurang pergaulan red). Mahasiswa Indonesia harus bisa bergaul dengan lingkungannya, jangan menjadi ambisius sendiri.

"Di Amerika, pola belajar nya kelompok. Banyak anak berprestasi yang drop out karena mereka hanya mementingkan prestasi mereka sendiri. Mereka tidak bisa kerja kelompok " jelas Melinda

Timothy mempertanyakan apakah kehidupan terstruktur cocok untuk anak muda sekarang? Dalam hidup terstruktur Timothy mendefinisikannya sebagai hidup yang sudah ajeg jalannya dan terjamin. Dari pengalamannya selama mengejar Phd di Inggris, ia adalah mahasiswa Phd yang paling tidak mencerminkan Phd.

"Ketika anak Phd lain datang tepat jam 8 pagi, bikin kopi, baca berita bbc, dan riset sampai sore, saya datang dan 12 malam dan riset sampai jam 2 lalu pulang dan tidur sampai siang"

Bagi Timothy itulah jalannya. Itulah cara belajarnya.

"Banyak Jalan Menuju Roma "kata Timothy

Billy melihat kalau mahasiswa harus aktif dalam kegiatan diluar. Jika ia menjadi mahasiswa Bakrie, ia akan semangat untuk datang ke seminar ini untuk bertemu dan bertukar kartunama dengan Timothy dan Melinda. Bagi Billy yang memiliki adik di Universitas Bakrie, ia menyarankan adiknya untuk menunda skripsi agar bisa merasakan kesempatan pertukaran pelajar di Belanda.

"Skripsi bisa nanti, kamu akan mendapatkan pengalaman disana (di Belanda red)" kata Billy pada adiknya.

Billy berpesan kepada mahasiswa untuk membuat suatu karya selagi masih bisa. Ia pernah menyuruh adiknya untuk membuat organisasi pembelajaran diplomasi karena adiknya kuliah di jurusan Hubungan Internasional.

"Sayang kalau kuliah cuma belajar saja" tutup Billy