The Kid Who Would Be King, Sajikan Petualangan Menarik Bertema Sejarah Inggris

Akutahu.com, Jakarta – Film Hollywood bertema petualangan memang tidak pernah ada habisnya. Kali ini, petualangan epik yang menyajikan pertemuan antara sihir kuno dan dunia modern hadir dalam film garapan Joe Cornish, The Kid Who Would Be King.

Ada fakta menarik dalam film ini, yaitu secara keseluruhan film ini menggambarkan tentang beberapa kebudayaan Inggris yang cukup terasa. Mulai dari sebuah meja bundar, teh, dan beberapa camilan yang menjadi kebiasaan orang-orang Inggris.

Tidak hanya itu, sutradara hingga pemeran dalam film ini juga rata-rata berasal dari Inggris. Kisah cerita masa lalu hingga kehidupan Inggris di masa kini juga menciptakan kesan elegan dengan aksen British yang kental.

Secara tidak langsung, gambaran-gambaran ini diselipkan dalam kisah kesatria meja bundar yang persis dilakukan oleh King Arthur ketika merangkul lawan-lawannya untuk berdiskusi dan menyampaikan gagasannya. Salah satu pulau yang dijadikan latar tempat film ini juga konon kabarnya punya nilai sejarah yang menggambarkan jika Inggris berbeda dengan hingar-bingar London, Manchester, atau kota-kota lainnya.

The Kid Who Would Be King mengenai petualangan Alex yang diperankan oleh Louis Ashbourne Serkis menemukan sebuah pedang di fondasi bangunan saat ingin menolong sahabatnya Bedders yang diperankan oleh Dean Chaumoo. Mereka pun berusaha mencari tahu dari mana asal pedang tersebut dari kata-kata yang terukir pada bagian bawah pedang.

Namun, ketika makna pada kata-kata di pedang tersebut terungkap, Alex dan Bedders pun terkejut. Kedua bocah ini tidak percaya jika pedang tersebut adalah milik mendiang King Arthur. Sayangnya, mereka pun harus bertemu dengan Merlin, sang penyihir dan Morgana, saudara tiri King Arthur yang bangkir dari neraka.

Dengan adanya kejadian tersebut, Inggris di masa modern pun terancam hancur dengan kahadiran Morgana. Alex dan Bedders pun dituntut untuk dapat menyelesaikan permasalahan tersebut.

Seperti halnya film-film yang mengisahkan petualangan anak-anak, selipan fantasi akan sangat kuat di film ini. Sosok pasukan mayat hidup yang datang dari ribuan tahun yang lalu dan wujud iblis dari Morgana juga menjadi fanasi yang menyenangkan sekaligus menegangkan.