• A PHP Error was encountered

    Severity: Notice

    Message: Undefined variable: rss_hide

    Filename: partials/_social_media_links.php

    Line Number: 45

    Backtrace:

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/views/partials/_social_media_links.php
    Line: 45
    Function: _error_handler

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/views/partials/_header.php
    Line: 770
    Function: view

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/controllers/Home.php
    Line: 164
    Function: view

    File: /home/isnaenirikki/public_html/index.php
    Line: 315
    Function: require_once

Demi Indonesia, Kepercayaan Itu Masih Ada

Ketika sebagian orang mulai mengeluh “tak percaya” lagi dengan Indonesia, maka saya disini masih tetap optimis dan percaya bahwa Indonesia akan berkembang jauh lebih baik daripada saat ini. Saya yakin, semua yang terjadi dengan negara ini adalah sebuah cobaan untuk menguji masing-masing dari kita, cintakah kita kepada Indonesia? Benarkah kita memang siap berkorban untuknya? Disinilah kita diuji. Disinilah kita bisa melihat bahwa masih ada banyak harapan.

Saya melihat masih ada orang-orang yang peduli dan berdiri menjaga tiang-tiang perdamaian di Indonesia. Saya melihat masih banyak pemuda pemudi yang geram dan tampil menjaga Pancasila & NKRI dari rongrongan ekstremisme, radikalisme, dan terorisme. Masih banyak yang peduli, meskipun ada yang menyerah bahkan apatis. Lalu bagaimana? Saatnya kita menegakkan kembali nilai luhur yang mulai jarang terdengar di telinga kita, yaitu gotong royong. Saatnya kita bersama-sama saling merangkul untuk menjaga keberagaman yang telah di karuniai oleh Tuhan Yang Maha Esa, dibawah nama Indonesia, dengan naungan Pancasila.

Karena mengapa kita harus bersama-sama? Bukankah ketika penjajah memonopoli ibu pertiwi, kita saling bersatu untuk mengusir mereka? Karena itulah dasar yang membangun ikatan kita sebagai warga negara Indonesia, yang memiliki rasa sepenanggungan yang sama. Tetapi memang tantangan kali ini berbeda, tantangan tersebut berasal dari dalam “keluarga” kita sendiri yang mulai berkurang rasa keharmonisannya akibat terlalu sibuk memikirkan hal lain. Kita harus tetap saling percaya, tanpa kepercayaan akan sulit bagi kita untuk merangkul orang lain, yang ceritanya saat ini untuk membangun Indonesia menjadi lebih baik lagi.

Seperti yang Habibie katakan, ia selalu percaya Indonesia, apapun yang terjadi ia tetap percaya pada Indonesia. Seorang anak emas bangsa ini selalu optimis bahwa negaranya pada suatu saat nanti bisa menjadi negara maju dan menjadi percontohan dunia tentang industri pesawatnya. Pun dengan kita saat ini, dengan saya juga saat ini, saya selalu percaya bahwa Indonesia adalah satu-satunya rumah yang terbaik dan akan menjadi terbaik hingga kapanpun. Kalau bukan kita yang percaya pada Indonesia, lalu siapa lagi? Indonesia ibarat seorang pelari yang sedang kelelahan namun terus berlari agar sampai ke titik finish, kita sebagai masyarakat adalah penonton yang harusnya memberi dukungan kepada pelari tersebut agar dia kembali bersemangat dan dapat berlari lebih kencang mengalahkan lawan-lawan lain disekitarnya.

Hingga pada akhirnya, yang terpenting adalah bagaimana saya beserta orang-orang yang percaya bahwa Indonesia bisa melalui ujian ini, dapat bersatu dan melakukan sesuatu untuk menjaga dan mengawal Indonesia agar tetap berdiri seperti yang telah dicita-citakan oleh para founding fathers terdahulu.

Foto: Kemendikbud

Kamu suka dengan konten akutahu.com? Berikan dua jempol sebagai tanda kamu menyukai konten ini.

Beritahu cuan reaksi kamu setelah membaca konten ini.

like
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0