Terawang Masa Depan Politik, dari Jokowi ke Harari


Jakarta - Yuval Noah Harari, sejarawan dari Israel yang terkenal dengan gagasannya mengenai manusia yang menjadi seperti "Tuhan" yang maha mencipta menjadi salah satu topik dari diskusi buku Jokowi ke Harari karya Rizal Mallaranggeng. Buku ini didiskusikan pada Diskusi Buku di Cikini, Jakarta (08/03/2019). Buku ini adalah kumpulan esai mengenai politik, ilmu, dan masa depan yang dibedah secara intensif oleh sastrawan Ayu Utami, pendiri media online Qureta Luthfi Assyaukanie, dan peneliti muda Edbert Gani. Salah satu pembicara, Mantan Menkeu RI, Chatib Basri bergabung via video footage.

Menurut Gani, hal yang paling menarik dari buku ini adalah diringkas dengan bahasa yang sederhana sehingga sangat pas untuk memperkenalkan gagasan politik terutama gagasan liberalisme yang dianut Rizal, secara komprehensif pada kalangan Millenial. Buku ini sangat pas bagi kalangan muda yang ingin tahu politik tapi tidak kuat untuk mencerna buku-buku berat.

Berbeda dengan sudut pandang millenial ala Gani, Ayu Utami membahas buku Rizal dari sudut pandang studi sastra dan konsistensi pemikiran Rizal dalam kehidupan nyata.

Menurut Ayu, buku ini adalah tipe karya intelektual publik yang lebih menerbitkan kumpulan tulisan dibandingkan buku pemikiran atau penelitian utuh. Ayu membandingkan Rizal dengan tulisan Goenawan Mohamad (GM), Catatan Pinggir. Bagi ayu karakteristik tulisan GM adalah unsur gloomy dan penuh keraguan dimana pada kesimpulannya Goenawan memberian ambiguitas yang multi-interpretatif. Berbeda dengan GM, Rizal selalu menawarkan argumen yang jernih dengan teori yang valid.

"Cheli (Rizal- red) adalah anak muda yang belajar di Amerika sehingga tidak terpengaruh gelombang pos-modernisme yang melihat kegelapan atau ketidakjelasan sebagai sesuatu yang intelek" Terang Ayu.

Sebagai seorang Liberal, Rizal konsisten untuk berpihak. Ayu menilai, Rizal adalah seorang oportunis dalam pandangan yang tidak sempit. Meskipun ia dekat dan terafiliasi dengan orang atau partai yang tidak liberal, ia selalu terbuka dalam menunjukkan paham dan keberpihakannya pada kebebasan.

Sementara itu, Luthfi Assyaukanie menilai buku ini bagus karena memperkenalkan karya Harari pada dunia. Menurut Luthfi, Harari adalah contoh dari penulis yang mengubah dunia. Buku Rizal akan memperkenalkan karya Harari secara ringkas pada mahasiswa yang tidak tahu mengenai  betapa bagusnya perspektif Harari mengenai dunia.

Reporter: M. Raihan Sujatmoko