Teknologi Makin Maju, Peran Manusia Tergantikan oleh Robot?

Jakarta - Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah banyak membuat perubahan diantaranya muncul berbagai inovasi baru yang bisa membantu pekerjaan manusia.

Penggunaan teknologi dalam melakukan pekerjaan dinilai telah banyak memberikan dampak positif, salah satunya efisiensi waktu. Namun, disamping itu, dampak negatif juga merupakan suatu keniscayaan, misalnya tergantikan nya tenaga manusia oleh robot.

Berkaitan dengan itu, Hi.Tech Jakarta menyelenggarakan seminar yang mengangkat tema "Will Every Company Become Tech Company?". Acara ini berlangsung di Balai Kartini, dengan mengundang pembicara dari dalam maupun luar negeri. Diantaranya Azran Osmar, Hariz Izmee, Paul Chen, Leoh Johnson, Andy F. Noya dan masih banyak lagi

Menurut Billy Boen, Co Founder Young On Top, "Pembicara yang diundang adalah mereka yang memiliki trake record terkait teknologi, mereka punya wawasan global, harapan nya setelah kita mengikuti acara ini, kita bisa mengambil inisiatif untuk memulai langkah kedepan"

Disamping itu, menurut Yoris Sebastian, Co Founder Inspigo. "Acara ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada audiens tentang penting nya pengetahuan terhadap teknologi dan penguasaan skill individu, selain itu diharapkan juga memberikan dorongan untuk terus belajar dan belajar, sehingga dimasa yang akan datang kemajuan teknologi bisa seimbang dengan skill yang kita miliki"

Secara umum acara ini memberikan gambaran tentang perkembangan teknologi di masa yang akan datang, baik dari sudut pandang bisnis, ekonomi, hingga keamanan data privasi.

Hariz Izmee, President of Director Microsoft Indonesia mengatakan "Perkembangan Teknologi menjadi peluang untuk memudahkan lini bisnis kita, kita bisa berinovasi sebanyak-banyak nya dan melihat setiap permasalahan dari sudut pandang pandang yang berbeda".

Meski perkembangan teknologi semakin pesat, peran manusia dinilai sulit tergantikan. Menurut Andy F. Noya, Founder benihbaik.com "Ada ketakutan banyak pekerjaan yang akan hilang, tapi jangan khawatir ada yang kita punya dan robot tidak punya, yaitu hati, maka asahlah hati kita supaya tidak seperti robot"

Ayu (21), salah satu peserta seminar mengaku sangat senang bisa mengikuti acara tersebut, menurutnya "Dalam acara ini saya bisa mendapatkan pengetahuan yang tidak saya dapatkan di kampus, salah satunya tentang data privasi yang mencakup identita kita. Mungkin semua itu terlihat sederhana, tapi sebenarnya sangat penting dan menyimpan rahasia diri kita, sehingga kita perlu menjaga keamanan data privasi."