Stop Hoaks! Jangan Asal Percaya Baca Berita

Jakarta - Jumlah konten hoaks yang beredar di tengah masyarakat terus meningkat. Kemenkominfo menemukan 453 hoaks yang beredar luas selama beberapa bulan belakangan ini sepanjang 2019. Lalu, bagaimana menangkal hoaks?

Secara umum hoaks didefinisikan sebagai berita bohong atau kabar palsu yang tidak memiliki sumber kredibel dan sengaja dilakukan dengan tujuan menipu seolah sebagai suatu kebenaran.

UNESCO membagi hoaks menjadi tiga (3) hal:
a. Misinformasi adalah informasi yang memang tidak benar atau tidak akurat, namun orang yang berkeyakinan bahwa informasi tersebut dapat dipercaya. Bisa jadi tidak ada tujuan bagi mereka yang turut menyebarkan konten tipe ini, selain sekedar untuk “mengingatkan” atau “berjaga-jaga”.

b. Disinformasi adalah informasi yang tidak benar dan memang sengaja direkayasa (dibuat-buat) sedemikian rupa oleh pihak-pihak yang berniat membohongi masyarakat atau mempengaruhi opini publik dan lantas mendapatkan keuntungan tertentu darinya.

c. Malinformasi adalah informasi yang memang memiliki cukup unsur kebenaran, baik berdasarkan penggalan atau keseluruhan fakta obyektif. Namun penyajiannya dikemas sedemikian rupa untuk merugikan bagi pihak lain, ketimbang berorientasi pada kepentingan publik. Beberapa bentuknya semisal pelecehan (verbal), ujaran kebencian dan
diskriminasi, serta penyebaran informasi hasil pelanggaran privasi dan data pribadi.

Tips saring berita:
- Baca, baca, baca! Setiap informasi yang tersaji perlu dibaca secara utuh. Jangan mengambil kesimpulan hanya darisepotong-sepotong saja.
- Berpikir kritis, logis dan jernih ketika mendapatkan sebuah informasi. Jangan mudah baper atau terpancing, karena hoaks kerap dibuat untuk menyinggung emosi. 

Stop sebar hoaks:
- Tabayyun, cek, ricek dan kroscek kembali setiap informasi yang kita terima. Pastikan sumbernya adalah pihak yang kredibel.
- Tahan jempol, Saring sebelum Sharing. Tidak semua informasi yang walaupun benar faktanya, tetapi pantas / layak untuk disebarkan.
- Ingatkan kawan atau saudara untuk tidak menyebarkan hoaks walau tanpa sengaja. Jika ragu atas suatu informasi, tanyakan secara japri/ terbatas.


Foto: Dribble