Solusi Atasi Cedera Olahraga pada Atlet Sepak Bola

Undang-undang No.36 Tahun 2009 tentang kesehatan menjelaskan bahwa upaya kesehatan olahraga ditunjukkan untuk meningkatkan kesehatan dan kebugaran jasmani masyarakat serta meningkatkan prestasi belajar, kerja, dan olahraga. Sepakbola merupakan salah satu cabang olahraga yang sangat populer di dunia. Dalam melakukan olahraga sepakbola diperlukan daya tahan fisik yang kuat, energi yang besar, dan kecepatan, yang bertujuan untuk menunjang tubuh agar terhindar dari cedera. Sepakbola memiliki risiko cedera yang sangat tinggi dibandingkan dengan cedera olahraga lainnya terutama cedera pada bagian ekstremitas bawah. Menurut American Football lebih dari 40% terjadi cedera hamstring, sedangkan di Australian Rules Football cedera hamstring menduduki urutan ketiga setelah cedera lutut dan ankle dengan presentase cedera hamstring sebesar 16% (Rogan,2013).

Salah satu otot yang berperan besar dalam cabang olahraga ini adalah otot hamstring. Hamstring merupakan salah satu grup otot yang terletak pada paha belakang yang berperan dalam fleksi knee dan ekstensi hip. disebut grup otot karena  memang hamstring ini terdiri dari tiga otot, yaitu otot semitendinosus, otot semimembranosus, dan otot bicep femoris. Dalam cabang olahraga ini, hamstring berperan dalam proses menendang dan berlari. Hamstring utamanya bekerja dengan tipe excentric yaitu ototnya memanjang namun tonus otot (ketegangan) meningkat. Hal ini bertujuan untuk menyeimbangkan gerakan akibat kontraksi dari grup otot quadrisep (grup otot paha depan) yang dominan bekerja secara concentric (ototnya memendek dan tonus meningkat).

Seseorang yang pernah mengalami cedera hamstring mempunyai peluang yang lebih besar untuk terkena cedera pada otot ini (cedera berulang). Arjen Robben adalah salah satu pesepak bola dari Belanda yang sering sekali bermasalah dengan hamstringnya. Maka dari itu latihan pencegahan cedera hamstring lebih difokuskan pada pola latihan excentric untuk menunjang kinerja dari hamstring dan terhindar dari cedera. Salah satu exercise yang terfokus pada group otot hamstring adalah Nordic Hamstring Exercise (NHE). Nordic Hamstring Exercise ini berfungsi untuk meningkatkan daya tahan otot, memperbesar massa otot dan meningkatkan fungsi eksentrik otot hamstring. Latihan ini dapat dilakukan setiap hari sebagai bentuk pemanasan sebelum melakukan olahraga misalnya lari, dan sepakbola.

Sejalan dengan hal itu, Brooks JH et al, 2006 menyatakan Nordic Hamstring Exercise (NHE) efektif untuk mengurangi kejadian cedera hamstring. Latihan ini dapat mengurangi cedera hamstring sebesar 60-85% pada atlet sepakbola profesional (Petersen et al. 2011). Hal tersebut dapat dilihat pada hasil penelitian (Delahunt et al. 2016) yang menyatakan bahwa latihan ini diberikan pada hamstring namun tidak diberikan pada quadricep menimbulkan perubahan kontrol neuromuscular pada otot hamstring dan tidak pada quadricep.

 

Sumber:

Brooks JH, Fuller CW, Kemp SP, Reddin DB. (2006). Incidence, risk, and prevention of hamstring muscle injuries in professional rugby union. Am J Sports Med 34:1297–1306

Delahunt E, McGroarty M, De Vito G, Ditroilo M. (2016). Nordic Hamstring Exercise Training Alters Knee Joint Kinematics And Hamstring Activation Patterns In Young Men. Eur J Appl Physiol 116:663–672

Petersen J, Thorborg K, Nielsen MB, Budtz-Jorgensen E, Hölmich P (2011) Preventive effect of eccentric training on acute hamstring injuries in men’s soccer: a cluster-randomized controlled trial. Am J Sports Med 39:2296–2303

www.panditfootball.com

Rogan, Et Al. 2013. Static Stretching Of The Hamstring Muscle For Injury Prevention In Football Codes: A Systematic Review. Asian Journal Of Sport Medicine, Vol.4,No 1 :1-9

2. Referensi Main Image : researchgate.net

3. Referensi Additional Image : Youtube.com, thepinterest.eu (Berturut-turut)