• A PHP Error was encountered

    Severity: Notice

    Message: Undefined variable: rss_hide

    Filename: partials/_social_media_links.php

    Line Number: 45

    Backtrace:

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/views/partials/_social_media_links.php
    Line: 45
    Function: _error_handler

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/views/partials/_header.php
    Line: 770
    Function: view

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/controllers/Home.php
    Line: 164
    Function: view

    File: /home/isnaenirikki/public_html/index.php
    Line: 315
    Function: require_once

Dukung Anak-anak Difabel, Acara Berskala Internasional Sukses Digelar di Babel

Komunitas Aksi Baik Babel mengikuti rangkaian peringatan International Day of People with Disability belum lama ini. Kegiatan itu dilaksanakan di Sungailiat, salah satu kabupaten di Provinsi Bangka Belitung yang terkenal dengan keindahan pantainya.

Kegiatan ini digagas oleh Komunitas Pondok Lentera yang diketuai oleh Dwi Kurniawan, beranggotakan anak-anak muda Bangka yang berkuliah di Jogja dan Bandung. Tema yang diusung pada kegiatan ini adalah “Menjadi Lingkungan yang Ramah Bagi Penyandang Difabel (Tangguh, Mandiri, dan Cerdas Memilih)”.

Acara ini merupakan kegiatan ramah difabel skala global pertama yang diadakan di Sungailiat atau bahkan di Bangka Belitung. Jumlah pesertanya hingga 121 orang dari SD hingga SMA lho sobat. Eits tapi teman-teman Komunitas Pondok Lentera tidak sendirian juga dalam mengurusi kegiatan ini, Komunitas Lentera juga didukung oleh Pemerintah Kabupaten Bangka, RRI Sungailiat, 30 tenaga pengajar dan teknis, serta SLBN di Sungailiat itu sendiri.

Tujuan utamanya, meningkatkan kepedulian akan eksistensi anak-anak dengan disabilitas yang ada di Provinsi Bangka Belitung. Selain itu, mereka juga diberikan kesempatan untuk menunjukkan karya mereka baik dalam bentuk seni menggambar, hias, serta pertunjukan bakat-bakat seperti menyanyi dan membaca puisi.

Kegiatan ini pun secara langsung menghadirkan nuanas positif dimana anak-anak bisa berinteraksi dan berkenalan dengan orang-orang baru, terlebih karena diadakan pula talkshow yang menghadirkan psikolog serta perwakilan komunitas penyandang tuna netra.

Talkshow tersebut berhasil menginspirasi tamu undangan yang hadir dan berujung pada sesi penandatanganan petisi di kain putih yang bertuliskan “KITA SEMUA SAMA".

 

 

Komunitas Pondok Lentera berharap bahwa acara ini menjadi awal yang baik bagi kegiatan-kegiatan ramah difabel di waktu yang akan datang. Komunitas ini memiliki visi untuk membantu masyarakat untuk dapat lebih bijak dalam menyikapi isu disabilitas, sehingga anak-anak ini pun dapat lebih mudah untuk mengenal dunia luar, dan berinteraksi sebagaimana normalnya orang lain.

Komunitas Pondok Lentera turut berpesan kepada masyarakat agar tidak membeda-bedakan anak-anak penyandang disabilitas ini dengan anak-anak lainnya. Tidak memberikan respon-respon dengan gestur mencomooh atau hal-hal negatif lainnya. Anak-anak tersebut juga memiliki potensi positif juga sebagaimana anak-anak yang tidak memiliki disabilitas, meskipun memiliki kekurangan, sebagimana anak-anak lain, pasti juga memiliki keunikan dan kelebihannya juga. (DP)

 

Source: Iptah, Divia (Aksi Baik Babel), Komunitas Pondok Lentera Sungailiat

Gambar: Iptah, Divia

 

Kamu suka dengan konten akutahu.com? Berikan dua jempol sebagai tanda kamu menyukai konten ini.

Beritahu cuan reaksi kamu setelah membaca konten ini.

like
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0