Serius Gunakan IT, Pemprov Jawa Barat Sukses WTP 8 Kali

Jakarta - Jawa Barat merupakan provinsi yang strategis di Indonesia dilihat dari jumlah penduduknya dan luas wilayahnya. Supaya Provinsi ini menghadapi Industri 4.0 yang berbasis digital, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat perlu adaptasi.

"Era Digital 4.0 dampaknya juga ke pemerintahan. Saya sih membayangkan tugas pemerintahan mengalami digitalisasi, misalnya pekerjaan manusia bisa diganti dengan robot" ujar Dudi Sudrajat Abdurachim, Asisten Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat, dalam acara Dialog Pengelolaan Keuangan Negara 2019 yang diselenggarakan Ikatan Akuntan Indonesia, di Balai Kartini, Jakarta (25/6).

Demi mewujudkan visi Jabar--Juara Lahir Batin dengan inovasi dan kolaborasi, Pemprov Jabar menganggarkan 35-37 T untuk Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Jumlah ini cukup besar mengingat Jawa Barat sangat luas dengan 50 juta penduduk.

"Sebanyak 7 T itu untuk pendidikan. Kami berupaya agar Jawa Barat menjadi maju yang diukur dari tiga hal, pendidikan, kesehatan dan daya beli" ujar Dudi. Apalagi, penduduk Jawa Barat merupakan efek dari urbanisasi wilayah Jakarta dan banyak yang bekerja di Jakarta.

Untuk mengatasi masalah yang dapat muncul, Pemprov Jawa Barat aktif dalam memanfaatkan teknologi informasi.

"Misalnya dalam perencanaan, programming dan Budgeting, semua memakai IT terutama dalam alokasi penduduk, barang dan jasa" jelas Dudi.

Akibat dari penggunaan IT yang intensif itu, Jawa Barat dianugerahkan penghargaan peringkat pertama Inovasi Government Award 2018 oleh Balitbang Kemendagri. Bukan hanya itu, Pemprov Jabar bahkan memperoleh kado menarik dari BPK.

"Alhamdulillah, kami sejauh ini memperoleh WTP sebanyak delapan kali berturut-tutut. Hal itu sangat membanggakan" ujar Dudi dengan antusias.

 

Reporter: Andi Wirapratama