• A PHP Error was encountered

    Severity: Notice

    Message: Undefined variable: rss_hide

    Filename: partials/_social_media_links.php

    Line Number: 45

    Backtrace:

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/views/partials/_social_media_links.php
    Line: 45
    Function: _error_handler

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/views/partials/_header.php
    Line: 770
    Function: view

    File: /home/isnaenirikki/public_html/application/controllers/Home.php
    Line: 164
    Function: view

    File: /home/isnaenirikki/public_html/index.php
    Line: 315
    Function: require_once

Sayangi Bumi dengan 'Beli Yang Baik'

Manusia terkadang lupa bahwa apa yang dibeli berpengaruh terhadap kelangsungan bumi. Bagaimanapun, apa yang manusia beli adalah apa yang didukung. Atas dasar itu, Earth Hour Sidoarjo mengadakan jelajah cafe untuk mengampanyekan Beli Yang Baik (BYB). Beberapa cafe di Kabupaten Sidoarjo disambangi oleh komunitas ini selama 10 bulan berturut-turut di Tahun 2018 dan 2019. Di setiap kegiatan jelajah cafe, terdapat workshop Beli Yang Baik dan turut diundang pula narasumber inspiratif yang berbeda-beda di tiap 'episode'nya. Narasumber tersebut antara lain perusahaan sociopreneur siswa di SMA Negeri 1 Waru Sidoarjo yang bernama Safwana Student Company (SC) pada BYB 1 21 Oktober 2018, disusul pada BYB 2, 18 November 2018) Ir. Wardah Alkatiri, Ph.D yang merupakan dosen, aktivis lingkungan, dan sociopreneur dari Surabaya, lalu pada BYB 3, belum lama ini.

Di acara itu, menghadirkan Direktur Eksekutif Sahabat Lingkungan, Drs. H. Satrijo Wiweko, M.T dan Achmad Irfandi, Duta Pemuda Indonesia Jatim 2017 sekaligus Founder Darjoisme.

        Beli Yang Baik merupakan praktik gaya hidup ramah lingkungan dan produk-produk konsumsi bertanggungjawab. Terdapat enam komponen dalam Beli Yang Baik, yakni Beli Yang Perlu, Beli Yang Lokal, Beli Yang Alami, Beli Yang Awet, Beli Yang Ekolabel, dan Mau Dibawa Kemana. Keenam hal tersebut memiliki arti yang berbeda namun satu tujuan. Beli Yang Perlu adalah membeli seperlunya sesuai kebutuhan. Beli Yang Lokal adalah memilih barang di sekitar atau lokal dalam memenuhi kebutuhan.

Beli Yang Alami notabene membeli bahan-bahan alami dan menghindari penggunaan bahan kimia seperti monosodium glutamat (MSG). Beli Yang Awet adalah membeli barang yang tidak sekali pakai, seperti halnya membeli sedotan reusable yang dapat digunakan terus menerus dan berbeda dengan sedotan plastik. Beli Yang Ekolabel adalah membeli produk yang telah memiliki ekolabel. Ekolabel adalah label sertifikasi yang menginformasikan bahwa sebuah produk diproduksi dari sumber yang lestari dan melalui proses produksi yang bertanggungjawab dan berkelanjutan. Label itu antara lain MSC untuk produk-produk seafood hasil tangkapan liar, RSPO untuk produk-produk berbahan dasar minyak kelapa sawit, FSC untuk produk-produk berbahan dasar kayu, dan ASC untuk produk-produk seafood dari hasil budidaya.

Sementara itu, Mau Dibawa Kemana merupakan langkah yang harus dipikirkan oleh manusia bagaimana sampah yang telah dihasilkan akan diperlakukan selanjutnya. Salah satu cara yang tepat adalah mendaur ulang kembali sampah yang ada menjadi produk-produk yang berdaya guna.

        Salah satu narasumber dalam Beli Yang Baik (BYB), Safwana Student Company memberikan contoh yang bijak dalam langkah Mau Dibawa Kemana. Perusahaan manufaktur dan sociopreneur siswa di SMA Negeri 1 Waru Sidoarjo tersebut telah melakukan langkah inovatif dengan menciptakan krayon ramah lingkungan yang dinamai kelir. Krayon berbahan dasar plastik kode 5pp yang aman dan tidak bersifat karsinogenik tersebut telah memeroleh penghargaan nasional sebagai Best Innovative Product. Dalam produksinya, sociopreneur ini memberdayakan pemulung sampah dan bekerja sama dengan 'Bank Sampah'. Selain 6 hal yang dilakukan untuk BYB, terdapat tiga kunci utama dalam BYB, yakni Mengenal (memahami seluk beluk produk), Meminta (meminta pada perusahaan agar melakukan rangkaian produksi yang ramah lingkungan), dan Mengajak (mengajak orang lain melakukan hal yang serupa).

            Sejak Oktober 2018, terhitung sudah tiga cafe yang disambangi oleh Earth Hour Sidoarjo selama tiga bulan terakhir berturut-turut, yakni Cofee Tofee Suncity Mall Sidoarjo, Aiola Canteen Pondok Jati Sidoarjo, dan Angkringan Pendopo Wonoayu Sidoarjo. Peserta yang mengikuti kegiatan pun beragam mulai dari kalangan masyarakat umum, mahasiswa, maupun perwakilan organisasi pada tiap daerah di Sidoarjo. Dalam kurun waktu tujuh bulan ke depan, Jelajah Cafe Beli Yang Baik masih terus digalakkan oleh komunitas lingkungan yang bernaung di bawah World Wide Fund for Nature (WWF) ini. Earth Hour sejatinya tidak hanya berada di Sidoarjo namun tersebar di beberapa negara di dunia dan bergerak di beberapa regional negara. Komunitas ini mengajak masyarakat untuk membantu melawan perubahan iklim dan membangun fondasi lebih baik untuk planet dan generasi di masa mendatang. Beli Yang Baik pada dasarnya merupakan program inisiasi Pemerintah Jerman dan WWF Jerman untuk implementasi Suistanable Consumtion and Production (SCP) yang merupakan bagian dari Suistanable Development Goals (SDGs) di ASEAN. Selain di Sidoarjo, Beli Yang Baik di Jawa Timur diselenggarakan di dua kota lain, yakni Malang dan Surabaya. Jadi, ayo Beli Yang Baik mulai dari sekarang! Karena yang baik untuk bumi adalah yang baik untuk kita.

 

Sumber :

-Liputan pribadi

-Laman Beli Yang Baik oleh WWF (www.beliyangbaik.org)

Kamu suka dengan konten akutahu.com? Berikan dua jempol sebagai tanda kamu menyukai konten ini.

Beritahu cuan reaksi kamu setelah membaca konten ini.

like
1
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0