Pedagangan satwa liar dilindungi makin memprihatinkan. WWF Indonesia mengadakan Kampanye “Stop Perdagangan Satwa Liar Dilindungi” di Gedung Pusat Perfilman H. Usmar Ismail, Jakarta, Senin (5/11/2018). 

Masyarakat diajak untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Jika masyarakat mengetahui ada tindak pidana perdagangan hewan liar agar jangan sungkan untuk melapor ke pihak berwajib.

Rizal Malik, CEO dari WWF Indonesia mengatakan, "keanekaragaman hayati di dunia termasuk Indonesia telah mengalami penurunan. Indonesia telah kehilangan 60% dari hewan bertulang belakang dalam kurun waktu 40 tahun terakhir."

"WWF melihat ini adalah masalah serius. Oleh karena itu, WWF dan mitra-mitra lainnya ingin mengedukasi masyarakat untuk sama-sama menjaga keanekaragaman hayati lewat acara ini," Rizal Malik menambahkan.

Selain memantik kepedulian publik terhadap masalah perdagangan hewan liar dilindungi, acara ini juga menjadi tempat pengenalan aplikasi "E-Pelaporan Satwa Dilindungi" dikelola oleh Bareskrim Polri. Hal ini dibuat untuk memudahkan warga untuk pelaporan. Aplikasi ini diperkenalkan lewat sebuah drama singkat yang diperankan oleh Miss Earth Indonesia dan kesatuan polisi wanita.

Acara ini juga didukung oleh berbagai pihak terkait di Indonesia, diantaranya KPK, Polri, UNDP, TNI, Kementerian Kelautan dan Perikanan, MUI, dan Kejaksaan Agung.  Turut hadir pula 3 atlet Asian Para Games, Jendy Panggabean, Nanda Mei Sholihah, dan Hani Puji Hastuti.

Reporter: Muhammad Raihan

Fotolaw-justice.co

Kamu suka dengan konten akutahu.com? Berikan dua jempol sebagai tanda kamu menyukai konten ini.

Beritahu cuan reaksi kamu setelah membaca konten ini.

like
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0