Penghormatan untuk Indonesia, DK PBB Rapat Pakai Batik

New York - Batik adalah kain tenun warisan nenek moyang bangsa Indonesia. Keindahan batik telah diakui seantero dunia dan dianggap sebagai warisan dunia versi UNESCO. Keindahan batik kembali disuguhkan oleh para anggota Dewan Keamanan (DK) PBB yang memakai batik sebagai simbol penghormatan terhadap kepemimpinan Indonesia di sidang DK PBB.

Menurut pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Indonesia, sejumlah perwakilan anggota DK PBB seperti Jerman, Tiongkok, Amerika Serikat, Perancis, Republik Dominika, dan Sekjen PBB, Antonio Guterres memakai batik dalam sidang DK PBB, baru-baru ini, di New York, Amerika Serikat. Hal ini banyak disebut berbagai media sebagai "Diplomasi Batik."

"Tujuan dari Diplomasi Batik Sendiri sebenarnya untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia. Hampir seluruh negara merespons secara positif. Disebutkan bahwa kehadiran batik mampu membawa suasana cerah di sidang Dewan Keamanan PBB" tulis Pernyataan Resmi Kementerian Luar Negeri.

Pemakaian batik pada sidang DK PBB adalah bentuk penghormatan atas terpilihnya Indonesia sebagai Presiden DK PBB. Sebagai presiden, artinya Indonesia akan memimpin sidang DK PBB pada periode tertentu.

Indonesia sendiri baru terpilih sebagai Presiden dari DK PBB pada Mei 2019. Jabatan ini dijabat selama 1 bulan, hingga akhirnya pemilihan ketua baru dilakukan.

Lalu, bagaimana pengaruh jabatan ini dengan politik luar negeri Indonesia? Menurut wakil dari Kemenlu, terpilihnya Indonesia sebagai anggota DK PBB akan memperbesar peluang Indonesia untuk mengamalkan mandat konstitusional UUD 1945 yaitu untuk ikut menjaga ketertiban dunia. Selain itu, Indonesia juga ingin membawa isu-isu strategis seperti terorisme dan kemajuan peran perempuan.

"Indonesia bisa secara langsung mengamalkan mandat dari Undang-undang Dasar 1945 dalam menjaga ketertiban dunia. Selain itu, Indonesia juga tak mau membuang kesempatan untuk mengangkat masalah keamanan dari terorisme, serta peran perempuan," sebut wakil dari Kementerian Luar Negeri kepada Media AKUTAHU.